Akses Keuangan Masih Jadi Tantangan Diaspora

Market - Teti Purwanti, CNBC Indonesia
27 April 2022 14:34
Kontribusi 8 Juta Diaspora Indonesia Dorong UMKM Go Global (CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Besarnya jumlah diaspora asal Indonesia bisa berkontribusi besar bagi perekonomian, baik dari aktivitas keuangan, investasi, hingga perdagangan. Sayangnya, potensi besar ini masih belum maksimal digarap karena tidak adanya pemetaan diaspora dan terbatasnya layanan keuangan dari bank asal Tanah Air.

"Sebaran diaspora yang sangat luas dan terbatasnya nasional bank kita yang beroperasi di luar negeri. Bank Himbara yang di luar negeri umumnya berada di pusat keuangan, masih belum ada yang di Afrika misalnya. Ini yang diperlukan," kata Sekretaris Kementerian BUMN Susyanto dalam Webinar BNI Global Diaspora Week bersama CNBC Indonesia, Rabu (27/4/2022).

Menurut dia, tantangan kehadiran bank asal Indonesia di luar negeri, bisa diatasi dengan mengembangkan transaksi digital yang bisa mengatasi masalah jarak. 


"Kepuasan nasabah diaspora layanan perbankan nasional dapat meningkat dan bersaing dengan bank di negara setempat," kata dia.

Secara jangka panjang, untuk meningkatkan kontribusi diaspora pada perekonomian harus dilakukan pemetaan. Selain itu, pengembangan usaha para diaspora pun menjadi perhatian pemerintah agar nantinya bisa menjadi agen promosi produk Indonesia di mancanegara.

"Jadi bukan cuma angka, tetapi bagaimana diaspora itu dari kecil menjadi menengah dan besar. Kalau perlu mereka bisa jadi pebisnis yang cukup besar di negara lain," ucap susyanto.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Bisnis UMKM Bank Negara Indonesia (BNI) Muhammad Iqbal mengungkapkan perlunya pemetaan jumlah diaspora dan potensinya terhadap perekonomian Indonesia. Menurutnya hingga saat ini belum ada data pasti berapa jumlah diaspora di seluruh dunia, beberapa riset menyebutkan 8-15 juta orang.

Dengan melakukan pemetaan maka bisa dilakukan profiling dan menghadirkan program yang lebih tepat dan sesuai target tipe diaspora. Saat ini BNI melayani di enam negara, dengan potensi pasar 600 ribu orang.

"Ini sangat bagus potensinya untuk ekonomi Indonesia, misalnya remitansi yang bisa dikirim. Kemudian kekuatan diplomasi dari para diaspora yang berkarya di mancanegara," kata Iqbal.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Dubes RI untuk Korsel Paparkan Kunci Sukses UMKM Go Global


(rah/rah)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading