Ke Singapura Saat Lebaran Bisa Lebih Mudah, Dolarnya Murah!

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
22 April 2022 11:50
(foto:visitsingapore.in)

Jakarta, CNBC Indonesia - Liburan ke Singapura pada saat Hari Raya Idul Fitri bisa jadi akan lebih mudah dan murah. Sebab, pemerintah Singapura berencana untuk menghapus semua syarat tes penyakit akibat virus corona (Covid-19) bagi wisatawan manca negara yang sudah mendapat vaksin penuh. Selain itu, nilai tukar dolar Singapura juga relatif lebih murah ketimbang tahun lalu.

Kepala eksekutif dewan pariwisata Singapura, Keith Tan, mengatakan rencana tersebut akan "segera diberlakukan" kemungkinan dalam beberapa pekan ke depan.

Kebijakan tersebut tentunya bisa membuat jumlah wisatawan yang berkunjung ke Singapura meningkat.


Pariwisata merupakan salah satu industri terbesar di Singapura, di tahun 2019 menyumbang sekitar 4% dari produk domestik bruto (PDB), menurut data dari Statista.

Sementara itu, nilai tukar dolar Singapura pada perdagangan Jumat (22/4/2022) pukul 10:14 WIB berada di kisaran Rp 10.518/SG$, naik tipis 0,07% dibandingkan penutupan perdagangan kemarin. Sepanjang tahun ini, dolar Singapura turun 0,35%, dan di pekan ini volatilitasnya sangat tinggi.

Yang menarik, selain volatilitas yang tinggi, dolar Singapura justru cenderung menurun nilainya. Padahal pada pekan lalu, Otoritas Moneter Singapura (Monetary Authority of Singapore/MAS) sudah mengetatkan kebijakan moneternya.

MAS pada Kamis (14/4/2022) mengumumkan merubah titik tengah (centre) menjadi lebih tinggi, dan sedikit menaikkan slope.

Untuk diketahui, di Singapura, tidak ada suku bunga acuan, kebijakannya menggunakan S$NEER (Singapore dollar nominal effective exchange rate), yang terdiri dari kemiringan (slope), lebar (width) dan titik tengah (centre).

Kebijakan moneter, apakah itu longgar atau ketat, dilakukan dengan cara menetapkan kisaran nilai dan nilai tengah dolar Singapura terhadap mata uang negara mitra dagang utama. Kisaran maupun nilai tengah itu tidak diumbar kepada publik.

Sebelumnya MAS sudah menaikkan slope sebanyak dua kali pada Oktober 2021 dan Januari tahun ini. Slope berfungsi membuat penguatan/penurunan dolar Singapura lebih cepat/lambat.

Ketika slope dinaikkan, maka dolar Singapura bisa menguat lebih cepat, begitu juga sebaliknya.

Dengan MAS yang sudah 3 kali mengetatkan kebijakan moneternya, dolar Singapura diperkirakan akan unggul di ASEAN. Tetapi nyatanya, masih sulit menumbangkan rupiah. Sepanjang pekan ini dolar Singapura tercatat melemah 0,47%, bahkan sempat menyentuh level termurah 2022.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ekonomi Singapura Tumbuh Tinggi, Dolarnya Makin Mahal dong?


(pap/pap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading