Begini Kebenaran Soal Kabar Xendit Caplok Bank Sampoerna

Market - Lalu Rahardian, CNBC Indonesia
19 April 2022 11:28
Jakarta

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Sahabat Sampoerna buka suara menanggapi kabar akan masuknya perusahaan fintech Xendit sebagai pemilik baru perseroan. Kabar Xendit akan membeli saham Bank Sampoerna dan menjadi pemegang kendali perseroan sempat beredar luas.

CNBC Indonesia mencoba mengkonfirmasi hal tersebut kepada Direktur Keuangan dan Perencanaan Bisnis Bank Sampoerna Henky Suryaputra. Dia berkata kabar mengenai isu ini akan segera diberikan perusahaan setelah informasi cukup sudah tersedia.

"Akan dikabari setelah mendapatkan informasi lebih lanjut secepatnya," kata Henky kepada CNBC Indonesia, Selasa (19/4/2022).


Hingga akhir 2021 lalu, saham mayoritas Bank Sampoerna dikuasai PT Sampoerna Investama sebesar 76,16%. Selain itu, perusahaan lain yang memegang saham bank ini adalah PT Cakrawala Mulia Prima (16,92%), Abakus (Asia Pasific) PTE LTD (3,02%), Sutan Agung Mulyadi (2,96%), dan Eka Dharmajanto Kasih (0,94%).

Apabila kabar akusisi ini terbukti, aksi tersebut akan memperkuat ekspansi Xendit ke sektor finansial, setelah perusahaan mengumumkan rencana memiliki unit bisnis multifinance awal pekan lalu. Perusahaan multifinance yang akan diakuisisi Xendit adalah PT Global Multi Finance.

Henky berkata, dalam menghadapi kondisi digitalisasi dunia perbankan saat ini, Bank Sampoerna mulai memanfaatkan banyak teknologi dan kolaborasi dengan perusahaan lain. Dua hal ini dilakukan agar pendanaan dan pembiayaan Bank Sampoerna bisa semakin optimal disalurkan.

"Selain memungkinkan operasional Bank Sampoerna yang lebih efisien, pemanfaatan teknologi juga memungkinkan Bank Sampoerna berkolaborasi dengan institusi lain, termasuk perusahaan fintech. Di samping layanan internet banking, mobile banking, digital lending melalui PDaja.com, dan virtual account, Bank Sampoerna juga berkolaborasi dengan berbagai perusahaan fintech," katanya.

"Melalui kolaborasi dengan berbagai perusahaan peer-to-peer (P2P)/ fintech lending, kami dapat lebih banyak memberikan pendanaan pada pelaku UMKM yang belum bankable. Lebih jauh, melalui kolaborasi dengan perusahan payment gateway (gerbang pembayaran), kami juga memfasilitasi berbagai transaksi digital," ujar Henky menambahkan.

Xendit, yang berdiri pada 2015, adalah salah satu fintech penyedia gerbang pembayaran online terbesar. Setelah meraih pendanaan US$ 150 juta dalam penggalangan dana Seri C pada akhir tahun lalu, valuasi Xendit diperkirakan menembus US$1 miliar sehingga meraih status unicorn.

Berdasarkan laporan keuangan 2021, Bank Sampoerna tercatat memiliki modal inti sebesar Rp 2,05 triliun. Jumlah ini masih di bawah ketentuan OJK yang mewajibkan bank umum memiliki modal inti minimal Rp 3 triliun pada 2022.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Saham Bank Digital, Cocoknya Investasi atau Trading?


(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading