Berkat Emas, Laba BRMS Melesat Jadi US$ 69,78 Juta di 2021

Market - Khoirul Anam, CNBC Indonesia
14 April 2022 11:07
PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) bakal memulai uji coba produksi di tambang emasnya Citra Palu, Palu. (Dok. BUMI)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mencatatkan lonjakan laba pada 2021 menjadi US$ 69,78 juta, dibandingkan tahun sebelumnya US$ 4,04 juta. Lonjakan laba ini dikontribusikan oleh peningkatan pendapatan, pendapatan lain-lain, dan produksi emas.

Anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI) ini mencatatkan pendapatan US$ 10,58 juta di sepanjang 2021, naik 26,7% dibandingkan 2020 senilai US$ 8,34 juta. Volume produksi emas BRMS juga naik dari 73 kg di 2020 menjadi 139 kg di 2021.

Perusahaan mencatat sepanjang 2021 pendapatan lain-lain pada 2021 meningkat tajam 735% menjadi US$ 118,73 juta, dari sebelumnya US$ 14,21 juta.


Direktur Utama & CEO di BRMS Agus Projosasmito mengungkapkan sekitar US$ 90 juta dari pendapatan lain-lain berasal dari penyelesaian tagihan oleh pihak ketiga terhadap anak usaha BRMS. Penyelesaian tersebut dalam bentuk tunai maupun hak atas saham sebesar 80% pada PT Suma Heksa Sinergi selaku operator proyek tambang emas Kerta di Lebak, Banten.

"Penyelesaian tagihan dibukukan sebagai pendapatan lain-lain di laporan laba rugi perusahaan dikarenakan tagihan tersebut sebelumnya mengalami penurunan nilai di 2018. Sedangkan US$ 28 juta dari pendapatan lain-lain merupakan penghapusan utang dan penilaian persediaan yang telah dibukukan pada semester pertama 2021," kata Agus dalam siaran resmi, Kamis (14/4/2022).

Dia juga mengungkapkan ke depannya, BRMS dapat lebih mengandalkan kenaikan pendapatan dari produksi emas untuk dapat meningkatkan laba bersih perusahaan.

"Kemudian kepemilikan BRMS atas proyek tambang emas Kerta masih menunggu penyelesaian dokumen-dokumen terkait dan persetujuan dari pemerintah. Kami percaya bahwa proyek tambang emas Kerta akan berdampak positif terhadap kinerja keuangan BRMS di masa mendatang," kata dia.

Agus menegaskan saat ini BRMS berupaya meningkatkan kapasitas produksi emas melalui pembangunan pabrik pengolahan emas baru sepanjang 2022-2024. Masing-masing pabrik yang bakal berdiri diproyekskani mampu memproses 4 ribu ton emas per hari dan ditargetkan beroperasi mulai kuartal III-2022 dan kuartal II-2024.

BRMS tercatat mengalokasikan anggaran belanja modal (capex) sebesar US$ 96 juta yang digunakan untuk membangun pabrik kedua dan ketiga di Poboya, Palu, Sulawesi Tengah.

Direktur & Chief Investor Relations Officer dari BRMS Herwin Hidayat menjelaskan konstruksi pabrik emas yang kedua di Palu dengan kapasitas 4 ribu ton bijih emas per hari masih sesuai jadwal untuk selesai di 2022. Sementara pabrik ketiga di Palu dengan kapasitas 4 ribu ton bijih emas per hari dan pabrik keempat di Gorontalo dengan kapasitas 2 ribu ton bijih per hari diharapkan dapat mulai beroperasi di kuartal I-2024.

"Kami akan terus meningkatkan kinerja produksi dan keuangan BRMS untuk kepentingan para pemegang saham kami. Pabrik-pabrik emas baru tersebut akan meningkatkan produksi emas Perusahaan dalam waktu dekat ini," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jelang Akhir Pekan, Harga Saham BRMS Melonjak Hampir 11%


(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading