Investor Pantau Perang Rusia-Ukraina, Bursa Eropa Mixed

Market - Annisa Aflaha, CNBC Indonesia
05 April 2022 14:45
FILE PHOTO: Company stock price information, including Klepierre SA, is displayed on screens as they hang above the Paris stock exchange, operated by Euronext NV, in La Defense business district in Paris, France, December 14, 2016. REUTERS/Benoit Tessier

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Eropa di sesi awal perdagangan cenderung bergerak beragam pada hari ini, Selasa (5/4/2022), di mana investor global masih mengamati perkembangan perang di Ukraina dan indikator ekonomi.

Indeks Stoxx 600 di awal sesi bergerak naik 0,16% ke level 462.95, di mana saham kesehatan tumbuh 0,5%. Sementara itu, saham industri turun 0,5%.

Indeks DAX Jerman terkoreksi 15,15 poin atau turun 0,1% ke 14.503,01 dan indeks CAC Prancis melemah 0,18% ke level 6.719,54.


Sementara itu, indeks FTSE Inggris naik tipis 0,01% ke 7.559,78.

Pasar tetap memperhatikan perkembangan di Ukraina dan prospek kebijakan bank sentral di seluruh dunia dalam menghadapi lonjakan inflasi.

Amerika Serikat (AS) dan Eropa sedang mempertimbangkan untuk memberikan sanksi baru terhadap Rusia, setelah tuduhan pembunuhan warga sipil di Ukraina, di mana Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan bahwa akan lebih banyak kematian akan ditemukan di kota-kota yang direbut kembali dari pasukan Rusia.

Melansir Reuters, pembayaran kupon obligasi pemerintah Rusia terbaru telah dihentikan, di mana Departemen Keuangan AS belum mengesahkan pembayaran untuk diproses oleh bank koresponden JPMorgan.

Kemarin, Duta Besar AS Linda Thomas mengatakan bahwa AS diproyeksikan akan meminta Majelis Umum PBB untuk menangguhkan Rusia dari Dewan Hak Asasi Manusia, setelah gambar bermunculan yang menunjukkan korban-korban warga sipil di kota Bucha yang telah direbut kembali dari pasukan Rusia dan pinggiran Kyiv.

Bursa saham di Asia bergerak beragam di perdagangan hari ini, di mana Reserve Bank of Australia (RBA) telah mempertahankan suku bunga acuannya.

Sementara itu, kontrak berjangka (futures) indeks bursa AS bergerak stagnan di pra-pembukaan perdagangan setelah investor membeli saham emiten teknologi setelah turun beberapa waktu lalu.

Musim rilis data pekan ini akan dihiasi oleh Purchasing Managers' Index (PMI) Inggris dan Eropa untuk bulan Maret yang dijadwalkan akan dirilis pada pagi hari ini waktu setempat.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ada Diplomasi Perang Dunia Ketiga, Bursa Eropa Sumringah


(aaf/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading