Newsletter

Setelah Cetak Rekor 7.000, ke Mana Arah IHSG Selanjutnya?

Market - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
23 March 2022 06:30
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di harga tertinggi sepanjang sejarah pada perdagangan kemarin (22/3/2022). Tepatnya di 7.000,82, naik 0,66% dari perdagangan hari sebelumnya.

Bersamaan dengan penguatan IHSG, kinerja sektoral pun kompak menguat. Sektor barang baku jadi juara dengan mencatat kenaikan terbesar, yakni 1,99%. Sementara sektor energi melesat 1,68%. Sektor teknologi melonjak 1,31%. Sektor properti dan real estat naik 0,85%. Sektor barang konsumsi primer nanjak 0,71%.

Kemudian sektor barang konsumsi nonprimer naik 0,67%. Sektor kesehatan menguat 0,57%. Sektor transportasi dan logistik naik 0,39%. Sektor perindustrian menguat 0,28%. Sektor infrastruktur menguat 0,27%. Sektor keuangan naik 0,11%.


Di sisi lain, asing terpantau net buy jumbo. Inflow asing tercatat mencapai Rp 805 miliar di pasar reguler.

Saham yang paling banyak dibeli asing adalah saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dengan net buy masing-masing sebesar Rp 346 miliar dan Rp 187,4 miliar.

Sedangkan saham yang paling banyak dilepas asing adalah saham PT Bank Jago Tbk. (ARTO) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dengan net sell masing-masing sebesar Rp 74,2 miliar dan Rp 51 miliar.

Mayoritas bursa saham Asia bergerak di zona hijau hari ini. Indeks Nikkei Jepang ditutup melonjak 1,48% ke level 27.224,109, Hang Seng Hong Kong terbang 3,15% ke 21.889,279, Shanghai Composite China naik 0,19% ke 3.259,86, dan ASX 200 Australia berakhir melesat 0,86% ke posisi 7.341,1.

Hanya indeks Straits Times Singapura yang ditutup di zona merah, turun 0,16% ke level 3.350,17.

Sementara itu, rupiah melemah melawan dolar Amerika Serikat (AS). Meski demikian, pelemahan rupiah tidak terlalu besar, 0,13% ke Rp 14.356/US$, dengan rentang pergerakan tipis di kisaran Rp 14.340/US$ - Rp 14.360/US$.

Pada pekan lalu, bank sentral AS (The Fed) menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 0,25% - 0,5%.

Bank sentral paling powerful di dunia ini juga mengindikasikan di akhir tahun nanti suku bunga akan sangat agresif dalam menaikkan suku bunganya di tahun ini.

Dalam dot plot yang dirilis, sebanyak 10 anggota Komite Kebijakan Moneter (Federal Open Market Committee/FOMC) melihat suku bunga bisa dinaikkan hingga 7 kali di tahun ini, sebanyak 8 anggota lainnya bahkan melihat bisa lebih dari itu.

Dengan kenaikan sebanyak 7 kali, maka di akhir tahun ini suku bunga akan berada di kisaran 1,75% - 2%. The Fed akan melakukan 6 kali lagi rapat kebijakan moneter di 2022, artinya akan selalu ada kenaikan sebesar 25 basis poin di setiap pertemuan.

Powell dalam pidatonya di hadapan National Association for Business Economics mengatakan inflasi di Amerika Serikat terlalu tinggi dan bisa membahayakan pemulihan ekonomi. Powell menegaskan akan terus menaikkan suku bunga sampai inflasi bisa terkendali, bahkan tidak menutup kemungkinan kenaikan sebesar 50 basis poin.

Wall Street Kompak Menguat
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading