Harga CPO Naik Tipis, Imbas Penghapusan DMO?

Market - Annisa Aflaha, CNBC Indonesia
18 March 2022 09:55
Ilustrasi Kelapa Sawit (CNBC Indonesia/Rivi Satrianegara)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) naik tipis pada hari ini, Jumat (18/3/2022), pulih dari keterpurukannya selama 4 hari beruntun pekan ini.

Mengacu pada data Refinitiv, pukul 08:20 WIB, harga CPO dibanderol di level MYR 5.970/ton atau naik tipis 0,57% dari penutupan perdagangan kemarin di MYR 5.936/ton.


Menurut analis komoditas Reuters Wang Tao, harga CPO hari ini berada di titik target dengan kisaran MYR 6.104- 6.326/ton, di mana titik support berada di MYR 5.855/ton dan titik resistance di MYR 5.744/ton.

Kemarin, pemerintah Indonesia mengumumkan untuk menghapus kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) yang mewajibkan produsen CPO menjual 30% dari produksi CPO nya untuk dalam negeri. Namun, mengganti kebijakan dengan menaikkan Dana Pungutan (DP) ekspor CPO secara signifikan dan Bea Keluar (BK), dalam upaya untuk mengendalikan harga minyak lokal setelah kebijakan sebelumnya gagal mengatasi masalah dalam negeri.

Menurut peraturan Kementerian Perdagangan, kebijakan terbaru akan menaikkan tarif ekspor dari US$375/ton menjadi US$675/ton. Batas maksimum dana pungutan dinaikkan dari US$1.000/ton menjadi US$1.500/ton

Pemerintah menyatakan akan menggunakan dana untuk mensubsidi penjualan minyak goreng curah selama 6 bulan ke depan dengan estimasi biaya subsidi sebesar 202 juta liter setiap bulan yang setara dengan nilai US$500 juta.

Pengekspor CPO Indonesia diwajibkan membayar pajak ekspor atas pengiriman minyak sawit di atas pungutan ekspor maksimum US$200/ton.

Melansir The Straits Times, Hong Leong Investment Bank Bhd atau dikenal dengan HLIB Riset mengatakan bahwa harga CPO akan tetapi tinggi untuk sementara, kemungkinan hingga akhir Juni.

Hal tersebut didukung gangguan pasokan kelapa sawit di Malaysia yang akan bertahan dalam beberapa bulan ke depan, ketidakpastian produksi pada minyak biji bunga matahari dari konflik Rusia-Ukraina, dan juga krisis kekeringan di Amerika Selatan untuk minyak kedelai.

Walaupun Dewan Minyak Sawit Malaysia memproyeksikan produksi CPO Malaysia akan naik 4,9% atau 19 juta ton pada tahun ini, tapi produksi akan bergantung pada kedatangan pekerja asing dan pupuk yang memadai.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Perang Dimulai, Harga CPO Turun Tipis.. Tren ke Depan Gimana?


(aaf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading