Kena Hantaman 'Rudal' Sanksi Perang, Ekonomi Rusia Sekarat!

Market - Lalu Rahadian, CNBC Indonesia
08 March 2022 13:39
Dihujani Sanksi, Rusia akan Balas Sanksi Barat

Jakarta, CNBC Indonesia - Perekonomian Rusia bisa dibilang sedang memasuki masa sulit akibat konflik negara tersebut dengan Ukraina. Konflik Rusia dan Ukraina membuat Rusia banyak terkena sanksi dari berbagai negara yang berpengaruh pada perekonomian negara itu.

Bencana kiamat keuangan bagi Rusia sudah di depan mata seiring dengan berbagai sanksi ekonomi dari AS dan berbagai negara. Contohnya, pasar saham Rusia resmi tutup sejak akhir Februari lalu.

Indeks saham acuan Rusia MOEX terus mengalami kejatuhan sejak pekan terakhir Februari. Di sepanjang bulan lalu indeks saham Rusia tersebut tercatat mengalami koreksi hingga 30%.


Harga obligasi pemerintah Rusia juga terjun bebas dicerminkan dari kenaikan imbal hasil (yield). Untuk obligasi pemerintah seri acuan tenor 10 tahun, yield-nya kini mendekati level 20% atau tertinggi sepanjang sejarah.

Negara-negara Barat terutama anggota NATO memperparah kesulitan ekonomi Rusia setelah ramai-ramai memberikan sanksi ekonomi kepada Negeri Beruang Merah. Salah satu sanksi yang dikenakan adalah mendepak Rusia dari jejaring sosial perbankan global (SWIFT).

Dengan berbagai sanksi yang ada, ekonomi Rusia kini sekarat. Nilai tukar mata uangnya yaitu Ruble bahkan terdevaluasi hampir 60% terhadap greenback dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Kini mata uang Rusia dihargai lebih rendah dari 1 sen dolar AS.

Karena tekanan inflasi yang tinggi dan depresiasi nilai tukar yang tajam, bank sentral Rusia memutuskan untuk menaikkan suku bunga secara agresif. Dalam waktu singkat Bank of Russia menaikkan suku bunga acuannya dari 9,5% menjadi 20%.

Selain itu, Gubernur Bank Sentral Rusia, Elvira Nabiullina, juga melakukan kontrol modal untuk membatasi uang yang keluar dari negara itu. Kontrol modal dilakukan dengan menahan perusahaan asing untuk melakukan divestasi.

"Ini adalah manuver penuh yang sudah berlangsung," ujar pakar ekonomi Rusia dari Foreign Policy Research Institute, Maximilian Hess, mengatakan kepada CNBC International dikutip Senin (1/3/2022).

Masyarakat Rusia juga sudah mulai menarik uang dari bank sebagaimana terlihat dari antrean panjang di depan mesin ATM. Banyak analis menilai kini aset-aset keuangan Rusia sudah tak layak investasi. Terbaru ada Moody's Investors Service dan Fitch Ratings, dua lembaga rating global yang menurunkan rating Rusia menjadi junk (sampah).

Gempuran terhadap ekonomi Rusia tidak sampai di situ saja. Institusi indeks global seperti MSCI Inc, FTSE Russel hingga S&P Dow Jones juga beramai-ramai mendepak saham-saham asal Kremlin dari konstituen indeks miliknya.

MSCI menyatakan akan memisahkan saham-saham Rusia dari indeks Emerging Market miliknya efektif pada 9 Maret. Kemudian FTSE Russel memutuskan untuk menghapus semua saham Rusia dari konstituen indeks-nya mulai 7 Maret.

Dengan berbagai serangan dan sanksi yang diterima, kini ekonomi Rusia benar-benar di ujung tanduk.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bombardir Ukraina, Rusia Dihujani Sanksi dari Negara Dunia


(vap/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading