Dear Pengrajin Tempe Tahu, Gara-gara Negara Ini Kedelai Mahal

Market - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
23 February 2022 15:10
Pedagang tempe melayani pembeli di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Selasa (15/2/2022). Lonjakan harga kedelai global berdampal bagi industri tempe dan tahu di dalam negeri, yang didominasi skala rumah tangga.(CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Susahnya makan tahu dan tempe goreng di Indonesia. Kemarin tempe dan tahu beredar di pasar, minyak gorengnya mahal. Sekarang ketika harga minyak goreng turun, tahu dan tempe yang bakal langka (miris). Kurang lebih begitulah gurauan 'emak-emak' menghadapi gejolak pangan di Indonesia akhir-akhir ini.

Harga kedelai terus merangkak naik memicu reaksi protes dan aksi mogok perajin tahu dan tempe. Akhirnya peredaran makanan favorit rakyat Indonesia tersebut mulai langka di pasar.

Akar masalah ada di harga kedelai internasional yang meroket sehingga berdampak pada harga impor yang juga mengikuti. Pasalnya, Indonesia mengandalkan hingga 90% kebutuhan kedelai dari pasokan impor.


"Masalah kedelai ini masalah internasional. Pada 2021, kita mengimpor 2,5 juta ton kedelai, sementara produksi dalam negeri tidak lebih dari 300 ribu ton. Jadi kita bergantung pada masalah internasional," kata Menteri Perdagangan Muhamad Lutfi saat bersama Menteri BUMN Erick Thohir dan Bupati Purworejo meresmikan Pasar Purworejo, Selasa (22/2).

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat nilai impor kedelai pada tahun 2021 mencapai US$ 1,48 miliar atau Rp 21,2 triliun (kurs= Rp 14.300/dolar). Nilai tersebut naik 47,8% dibandingkan tahun 2020. Volume impor kedelai mencapai2,49 juta ton, naik 0,58% dibandingkan tahun 2020.

Pertumbuhan nilai impor yang lebih tinggi dibanding volumenya karena lonjakan harga kedelai global sepanjang tahun lalu. Pada tahun 2021, harga kedelai global sempat melonjak 26,3% pada bulan Mei , sebelum akhirnya ditutup menguat 2% di akhir tahun.

Reformasi peternakan babi di China juga ditengarai jadi pemicu harga impor kedelai Indonesia meroket.

Kemendag menduga, harga kedelai internasional stabil tinggi karena China memborong kedelai untuk mendukung reformasi peternakan babi di negara itu.

Akan tetapi, tampaknya hal ini bukan jadi faktor utama karena impor kedelai China turun.

Impor China sepanjang tahun 2021 malah turun 2,8% menjadi 96,52 juta ton dibandingkan 100,33 juta ton pada tahun 2020.

Impor Kedelai China 2021Foto: Reuters
Impor Kedelai China 2021

Turunnya nilai impor China secara keseluruhan dipengaruhi oleh runtuhnya profitabilitas sektor peternakan babi dan peningkatan tajam dalam penggunaan pakan gandum menekan permintaan di China.

Pendorong utama penurunan konsumsi kedelai adalah penurunan marjin keuntungan babi. Awalnya pertumbuhan keuntungan menguat ketika para petani mencoba membangun kembali ternak setelah wabah mematikan demam babi Afrika (ASF). Tapi kemudian runtuh bersama dengan harga daging babi karena lonjakan produksi daging babi.

Produksi babi di China pada tahun 2021 sebesar 449,2 juta, naik 10,5% dari tahun 2020. Ini merupakan jumlah tertinggi sejak tahun 2015.

Margin keuntungan babi di China saat ini berkisar dari CNY 84 hingga CNY 84, turun lebih dari 100% sejak awal tahun.

MarginFoto: Reuters
Margin

Faktor penting lainnya adalah perubahan dalam campuran pakan di Cina, yang mengurangi volume kedelai yang dibutuhkan dalam ransum hewan.

"Permintaan tidak sebaik yang diharapkan; sejumlah besar gandum dan beras digunakan untuk pakan, yang akan menggantikan banyak kedelai," kata manajer lain dengan penghancur utama yang memiliki pabrik di seluruh China.

Faktor lainnya gangguan cuaca yang terjadi di Brazil sebagai importir utama China. Impor kedelai tahunan dari Brasil mencapai 58,15 juta ton, turun 9,5% dari 64,28 juta pada 2020, mengutip data Administrasi Bea dan Cukai China. Brazil sendiri berkontribusi terhadap lebih dari 60% impor kedelai China.

Impor ChinaFoto: Reuters
Impor China

Untuk menutupi kekurangan tersebut, China kemudian beralih ke Amerika Serikat dengan mengimpor 32,3 juta ton kedelai pada tahun 2021. Jumlah ini naik 25% dari 25,89 juta ton pada tahun 2020.

Lantas apa yang menyebabkan nilai impor Indonesia tinggi?

Harga kedelai dunia telah melonjak 23,15% sejak awal tahun 2022 hingga hari ini dan mencapai harga tertinggi sejak 2012 di US$ 16,49/gantang.

Tingginya harga kedelai tahun kekhawatiran minimnya produksi di kawasan Amerika Selatan, eksportir utama dunia, karena cuaca. Di sisi lain, permintaan dari China tetap tinggi.

AgRural memperkirakan panen kedelai Brasil 2021/22 sebesar 128,5 juta ton, turun 17 juta ton dari perkiraan awalnya.

Di Brasil, negara bagian penghasil biji-bijian utama, Mato Grosso, telah dilanda hujan yang berlebihan, merusak kualitas kedelai. Sementara negara bagian paling selatan Brasil telah dipengaruhi oleh cuaca panas dan kering baru-baru ini.

Sementara di Argentina, produksi diperkirakan akan turun dalam beberapa minggu ke depan karena cuaca kering yang panjang, kata bursa biji-bijian Buenos Aires.

Amerika Selatan adalah pengekspor kedelai terbesar di dunia dengan Brazil memimpin dengan pangsa pasar 44,3% dari total ekspor dunia, mengacu statista. Kemudian Argentinda dan Paraguay menyumbang 3,6% dan 3,3% pangsa pasar ekspor dunia. Sehingga kondisi yang terjadi di Amerika Selatan dapat mempengaruhi harga kedelai global.

StatistaFoto: Statista
Statista

Meningkatnya ketegangan antara tanaman kelas berat global Rusia dan Ukraina menaikkan harga pangan dunia yang sudah mendekati level tertinggi, kata analis dan pedagang.


[Gambas:Video CNBC]

(ras)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
Features
    spinner loading