Investor Kecewa... Keuangan dan Saham UNVR Jeblok Terus

Market - Tim Riset, CNBC Indonesia
23 February 2022 14:25
FILE - A view of a Unilever logo, displayed outside the head office of PT Unilever Indonesia Tbk. in Tangerang, Indonesia, Tuesday, Nov. 16, 2021. Unilever, which makes Vaseline skin care products and Ben & Jerry’s ice cream, says it's laying off 1,500 staff as part of a company-wide restructuring. The proposed changes mean that senior management jobs will be cut by about 15% while junior management roles will be reduced by 5%, it said Tuesday Jan. 25, 2022. The London-based consumer goods giant employs 149,000 people globally.  (AP Photo/Tatan Syuflana, FIle)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kinerja saham emiten consumer goods PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) terus dalam tren menurun setelah menyentuh masa kejayaannya pada 4 tahun silam. Bersamaan dengan melorotnya harga saham, laba bersih UNVR juga terus turun sejak 2018.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), per akhir sesi I perdagangan Rabu (23/2/2022), harga saham UNVR berada di level Rp 3.810/saham. Sejak awal tahun, saham UNVR sudah minus 7,30%.

Dalam setahun, saham ini sudah ambles 47,81%, dalam 3 tahun 'nyungsep' 57,12%.


Sementara, sejak menyentuh level tertinggi di Rp 11.180/saham pada 29 Desember 2017, saham UNVR sudah 'terjun' 65,83%. (Lihat grafik).

Para investor tampaknya tidak terkesan dengan kinerja keuangan UNVR setelah medio 2018.

Pada 2018, UNVR berhasil membukukan pendapatan bersih Rp 41,80 triliun, naik 1,45% secara tahunan/yoy. Pada tahun yang sama, UNVR menghasilkan laba bersih Rp 9,08 triliun, naik dua digit 29,65% secara yoy.

Setelah tahun itu, laba bersih UNVR terus turun hingga akhir 2021 lalu. (Lihat grafik).

Teranyar, pada 2021, laba bersih UNVR anjlok 19,6% secara tahunan menjadi Rp 5,76 triliun dari sebelumnya Rp 7,16 triliun. Penjualan bersih perusahaan juga turun 7,97% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya menjadi Rp 39,5 triliun.

Alhasil, laba per saham UNVR juga turun menjadi Rp 151/saham dari tahun sebelumnya Rp 188/saham. 

Penjelasan Manajemen soal Kinerja Jeblok

Melihat kinerja yang loyo pada tahun lalu, Manajemen UNVR pun memberi tanggapan.

Diwartakan CNBC Indonesia sebelumnya, pada 11 Februari 2022, manajemen UNVR menunjuk penyebab menurunnya penjualan bersih UNVR sepanjang tahun lalu adalah karena kebijakan pengetatan mobilitas akibat pandemi Covid-19 yang telah mempengaruhi daya beli konsumen terutama pada segmen pasar di mana UNVR beroperasi.

Selain itu, kata pihak UNVR, berbagai harga komoditas yang menjadi bahan baku, beberapa di antaranya crude-oil (minyak mentah), palm-oil (CPO) juga mengalami lonjakan harga yang signifikan dibandingkan dengan tahun 2020.

"Lonjakan harga bahan baku, penurunan daya beli konsumen akan produk kami, dan waktu transisi untuk kembali ke daya beli sebelum pandemi hanyalah sebagian dari berbagai tantangan yang muncul di tahun 2021," jelas Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk Ira Noviarti, dalam keterangan resmi.

Ira bilang, perseroan terus menggenjot berbagai produk yang memiliki peluang besar, misalnya dari kategori Foods and Refreshment yang berhasil menopang pertumbuhan Perseroan di tahun ini.

Kendati demikian, manajemen UNVR yakin bahwa perusahaan akan kembali pulih di masa yang akan datang.

"Dua tahun melewati pandemi bagi perseroan merupakan masa reset dan menyiapkan landasan yang kuat untuk pertumbuhan dan kemenangan jangka panjang," kata Ira.

Rekomendasi analis

Melihat kinerja keuangan UNVR yang jeblok akhir-akhir ini, dari 19 analis yang dihimpun oleh Refinitiv, hanya 1 yang memiliki rating strong-buy, 2 analis memberikan rekomendasi buy atau beli. Sementara, 10 analis memberi rating hold, dan 6 memberikan rating jual alias sell.

Adapun, median target price yang disarankan para analis tersebut berada di Rp 4.350/saham dengan nilai mean Rp 4.445/saham.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Unilever Bagi Dividen Interim Rp 2,51 T, Simak Jadwalnya!


Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading