Bursa Eropa Hijau Walaupun Bunga Acuan Naik, Kok Bisa?

Market - Annisa Aflaha, CNBC Indonesia
04 February 2022 15:32
The German share price index DAX is seen at the stock exchange in Frankfurt, Germany, August 27, 2018. REUTERS/Staff/Remote

Jakarta. CNBC Indonesia - Bursa saham Eropa cenderung terapreasiasi pada perdagangan Jumat (4/2/2022). Kebijakan bank sentral Eropa (ECB) dan bank sentral Inggris (BoE) sesuai dengan ekpektasi pasar.

Indeks Stoxx 600 di awal sesi naik sebanyak 0,41%. Indeks DAX Jerman terapresiasi 44,31 poin (+0,29%) ke 15.412,78 dan indeks CAC Prancis menguat 0,78%. Hal yang serupa terjadi dengan indeks FTSE Inggris yang naik 0,78% ke level 7.586,67.


Kemarin, bursa saham Eropa ditutup melemah setelah saham emiten teknologi anjlok. Indeks Stoxx 600 turun 1,8% di mana saham emiten teknologi anjlok hingga 3,4%. Hal tersebut dipicu oleh kecemasan investor akan potensi pengetatan kebijakan moneter dan kenaikan inflasi.

Kemarin malam waktu Indonesia, BoE kembali menaikkan suku bunga acuannya. Ini menjadi yang pertama sejak 2004 suku bunga acuan naik dua bulan beruntun.

Seperti yang sudah di proyeksikan, BoE kemarin menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 0,5%. BoE juga telah memperingatkan angka inflasi bisa menyentuh 7% pada April, naik dari ekspektasi awal sekitar 6%. Hal tersebut dipicu oleh regulator energi Ofegem Inggris yang berencana akan menaikkan batas maksimum harga energi lebih dari 50%.

Mengacu kepada CNBC International, Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak mengatakan bahwa setiap rumah tangga akan mendapatkan diskon GBP 200 untuk biaya listrik dari Oktober, yang akan dibayar dengan cicilan GBP 40 selama 5 tahun.

Tingginya inflasi juga menjadi alasan bank yang dipimpin oleh Andrew Bailey ini menaikkan suku bunganya. Tercatat, inflasi Inggris melesat 5,4% secara tahunan yang menjadi yang tertinggi sejak Maret 1992. Angka inflasi tersebut jauh dari ekspektasi analis yang di survei Reuters sebesar 5,2%.

Sementara itu, bank sentral Eropa memang belum menaikkan suku bunga acuan, namun, Presiden Christine Lagarde menyampaikan pesan yang bernada hawkish.

"Inflasi sepertinya akan bertahan di level tinggi dalam periode yang lebih lama dari perkiraan sebelumnya. Dibandingkan dengan perkiraan Desember, risiko inflasi lebih bersifat upside dan mungkin akan bertahan dalam waktu dekat," papar Lagarde dalam jumpa pers usai rapat, seperti dikutip dari Reuters.

Nada auto tone ini membuat pelaku pasar beranggapan bahwa ECB siap untuk menaikkan suku bunga acuan tahun ini. "Rapat ECB ini menandai satu hal penting yaitu perubahan menjadi hawkish," ujar Carsten Brzeski, Ekonom ING, juga dikutip dari Reuters.

Walaupun bank sentral Inggris menaikkan suku bunga acuannya dan indikasi akan diikuti oleh bank sentral Eropa, tidak membuat bursa saham Eropa hari ini melemah karena kenaikan tersebut memang sudah diperkirakan oleh pasar.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Rusia Ukraina Perang, Bursa Saham Eropa 'Kebakaran'


(aaf/aaf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading