Ekspor Batu Bara Dibuka, BUMI Utamakan Pasokan Dalam Negeri

Market - Lalu Rahadian, CNBC Indonesia
02 February 2022 18:03
Pekerja melakukan bongkar muat batubara di Terminal Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (6/1/2022). Pemerintah memutuskan untuk menyetop ekspor batu bara pada 1–31 Januari 2022 guna menjamin terpenuhinya pasokan komoditas tersebut untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PLN dan independent power producer (IPP) dalam negeri. Kurangnya pasokan batubara dalam negeri ini akan berdampak kepada lebih dari 10 juta pelanggan PLN, mulai dari masyarakat umum hingga industri, di wilayah Jawa, Madura, Bali (Jamali) dan non-Jamali. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bumi Resources Tbk  (BUMI) memastikan tetap memprioritaskan penjualan batu bara produksinya untuk kebutuhan dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO), meski keran ekspor komoditas ini sudah kembali dibuka per 1 Februari 2022.

Direktur Bumi Resources Dileep Srivastava berkata, prioritas tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan yang sudah diterapkan sejak lama. Menurut Dileep, pada 2021 lalu realisasi DMO Bumi Resources sudah terpenuhi bahkan melampaui target yang dicanangkan.

"Kami selalu memprioritaskan penjualan batu bara untuk kebutuhan dalam negeri dibanding ekspor. Ini adalah kebijakan perusahaan. Karena itu, Bumi Resources sudah memenuhi persyaratan yang dibutuhkan agar perusahaan batu bara bisa kembali melakukan ekspor," kata Dileep kepada CNBC Indonesia, Rabu (2/2/2022).


Menurut Dileep, selama ini Bumi Resources mengalokasikan sekitar 30-35% produksi batu bara untuk penjualan domestik, termasuk ke PT PLN (Persero). Sisanya, sekitar 65-70% batu bara dieskpor perusahaan ini ke berbagai negara.

Pernyataan ini disampaikan Dileep menanggapi pencabutan larangan ekspor batu bara yang dilakukan pemerintah per 1 Februari lalu. Meski sudah dicabut, larangan tetap berlaku bagi perusahaan batu bara yang belum memenuhi DMO.

Izin ekspor diberikan ke perusahaan tambang yang sudah memenuhi kriteria berikut:

1. Merealisasikan DMO pada 2021 sebesar 100% atau lebih.

2. Realisasi DMO 2021 kurang dari 100% tapi sudah menyampaikan surat pernyataan bersedia membayar dana kompensasi atas kekurangan tersebut.

3. Tidak memiliki kewajiban DMO pada 2021.

Dileep berkata, pada 2022 ini Bumi Resources menargetkan produksi batu bara akan mencapai 85 - 90 juta ton. Pada 2021, produksi batu bara Bumi Resources sebesar 78 - 80 juta ton.

"Kami yakin bisa meningkatkan produksi untuk menambah volume eksport dalam beberapa bulan ke depan," katanya.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin telah berkata, pembukaan kembali keran ekspor batu bara bagi seluruh perusahaan dilakukan karena mempertimbangkan kondisi pasokan dan persediaan komoditas ini pada Pembangkit LIstrik Tenaga Uap (PLTU) milik PLN dan Produsen Listrik Swasta (Independent Power Producer/IPP) yang semakin membaik.

Kegiatan ekspor berlaku bagi pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) atau IUPK tahap kegiatan Operasi Produksi, IUPK Sebagai Kelanjutan Operasi Kontrak/Perjanjian dan PKP2B.

"Terhitung sejak tanggal 1 Februari 2022 Pemerintah memutuskan untuk membuka kembali ekspor batu bara bagi perusahaan telah memenuhi kewajiban DMO dan/atau telah menyampaikan Surat Pernyataan bersedia membayar denda atau dana kompensasi atas kekurangan DMO tahun 2021 sesuai Keputusan Menteri ESDM Nomor 13.K/HK.021/MEM.B/2022," kata Ridwan dalam siaran tertulis, Selasa (1/2/2022).


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

BUMI Raih Penghargaaan Corporate Risk Manager of the Year


(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading