'Booming' Nikel, Kinerja Segmen Nikel Antam Naik di 2021

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
21 January 2022 14:25
Gedung Antam (detikcom/Ari Saputra)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten tambang BUMN PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam membukukan pertumbuhan kinerja segmen nikel yang positif sepanjang 2021, di tengah pemulihan kondisi ekonomi global serta tumbuhnya tingkat permintaan nikel.

Menurut siaran pers Antam yang diterbitkan di website Bursa Efek Indonesia (BEI), untuk komoditas feronikel, pada 2021 Antam mencatatkan produksi feronikel (unaudited) sebesar 25.818 ton nikel dalam feronikel (TNi). Angka tersebut, ujar manajemen Antam, relatif stabil jika dibandingkan dengan tingkat produksi feronikel pada tahun 2020.

Sementara, volume penjualan produk feronikel Antam sepanjang 2021 mencapai 25.992 TNi.


Pada 2021, produksi bijih nikel (unaudited) Antam yang digunakan sebagai bahan baku pabrik feronikel dan penjualan kepada pelanggan domestik, mencapai 11,01 juta wet metric ton (wmt). Angka tersebut meningkat 131% secara tahunan (yoy) dibandingkan dengan tingkat produksi tahun 2020 sebesar 4,76 juta wmt.

Kemudian, kinerja penjualan bijih nikel Antam sepanjang 2021 mencapai 7,64 juta wmt, tumbuh 132% dari realisasi penjualan di tahun 2020 sebesar 3,30 juta wmt.

"Capaian kinerja produksi dan penjualan segmen nikel ANTAM yang solid pada tahun 2021, mencerminkan upaya kami untuk menjaga pertumbuhan kinerja Perusahaan yang positif pada tahun 2021," tutur Direktur Utama ANTAM Nicolas D. Kanter dalam siaran pers, dikutip CNBC Indonesia, Jumat (21/1/2022).

Kanter menambahkan, seiring dengan tingkat pertumbuhan permintaan produk komoditas Antam yang positif, perusahaan akan mengoptimalkan capaian kinerja produksi dan penjualan komoditas utama Perusahaan dengan menjaga biaya produksi tetap efisien.

Seiring dengan outlook pertumbuhan industri pengolahan nikel di dalam negeri, pada tahun lalu, ANTAM fokus dalam pengembangan pasar domestik bijih nikel.

Dalam menghadapi tantangan volatilitas harga komoditas global, manajemen Antam mengatakan, akan berfokus pada upaya penurunan biaya produksi dan implementasi kebijakan strategis terkait inisiatif efisiensi biaya yang tepat dan optimal.

Di pasar saham, per pukul 14.07 WIB, saham ANTM bergerak di zona hijau dengan kenaikan 0,26% ke posisi Rp 1.940/saham. Saham ANTM berusaha melanjutkan kenaikan 12,17% pada perdagangan Kamis kemarin (20/1).

Sementara, sejak awal tahun (ytd), saham ANTM masih melemah 13,78%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Restatement! Awalnya Laba, 1H-2020 Antam Malah Rugi Rp 159 M


(adf/vap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading