Salim Tebus Saham Rights Issue Allo Bank Rp 623,22 M

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
19 January 2022 13:20
Harga saham emiten bank digital PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) melonjak pada awal perdagangan hari ini, Selasa (11/1/2022). Kenaikan saham BBHI terjadi seiring pengusaha nasional Chairul Tanjung (CT), yang merupakan ultimate shareholder Allo Bank, membuka perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Grup Salim, lewat PT Indolife Investama Perkasa, telah melaksanakan seluruh Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) yang diperolehnya dalam gelaran penambahan modal via rights issue emiten bank digital PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI).

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (18/1), manajemen Indolife Investama menjelaskan, dengan transaksi pembelian HMETD tersebut saat ini kepemilikan perusahaan di saham Allo Bank sebesar 1.303.815.386 saham atau sebesar 6,00% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah rights issue.

Apabila dihitung dengan harga pelaksanaan rights issue sebesar Rp 478/saham, maka dana yang dikeluarkan Indolife Investama untuk mengeksekusi HMETD adalah sebesar Rp 623,22 miliar.


Adapun tanggal transaksi pembelian saham tersebut dilakukan pada 14 Januari 2022.

"Tujuan dari transaksi [ini adalah terkait] pelaksanaan HMETD yang diperoleh dari PT Mega Corpora dalam rangka PMHMETD III," jelas manajemen Indolife dalam keterbukaan informasi, dikutip CNBC Indonesia, Rabu (19/1).

Sebelumnya, pada Senin (17/1), PT Mega Corpora (Megacorp), pengendali Allo Bank, juga sudah melaksanakan HMETD miliknya sebanyak 2.712.777.018 saham dengan harga pelaksanaan Rp 478/saham.

Dengan demikian, setelah pelaksanaan HMETD saham Megacorp menjadi sebanyak 13.227.416.629 saham atau sebesar 60,87% dari total saham emiten bank milik pengusaha nasional Chairul Tanjung tersebut.

Kendati persentase kepemilikan menyusut, Mega Corpora akan tetap menjadi pemegang saham pengendali Allo Bank usai rights issue.

Seperti diketahui, Allo Bank sedang menggelar aksi korporasi penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMTED) atau rights issue senilai Rp 4,80 triliun. Rights issue tersebut bakal diserap tujuh investor strategis.

Ketujuh investor besar yang dimaksud adalah CT Corp, Grup Salim, Growtheum Capital Partners, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), Grab, Traveloka, dan Carro. Empat nama terakhir adalah pemain besar di sektor teknologi dan ekonomi digital RI alias unicorn.

Ekosistem raksasa yang dimiliki para investor strategis berpotensi akan semakin memperkokoh bisnis bank digital PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) di masa mendatang.

Para investor kelas kakap itu sendiri memiliki lini bisnis yang beragam, mulai dari ritel, e-commerce, jasa ride-hailing, sampai produk perjalanan.

Rencananya, dana yang diperoleh dari aksi korporasi ini akan digunakan Allo Bank untuk memperkuat struktur permodalan dalam rangka meningkatkan Modal Inti menjadi Kelompok Bank Modal Inti (KBMI) 2 sebagaimana dimaksud dalam POJK 12/2021.

Selanjutnya, untuk pengembangan usaha termasuk mengembangkan kegiatan usaha dalam bidang kredit dengan inovasi teknologi atau yang dikenal dengan bank digital.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Saham Bank Digital Rontok, Allo Bank Mendaki 'Pucuk Dingin'


(adf/vap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading