Yah, Bitcoin Cs Terkoreksi Lagi, dong.....

Market - chd, CNBC Indonesia
18 January 2022 12:10
Ilustrasi Bitcoin (Photo by André François McKenzie on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga kripto berkapitalisasi pasar di atas US$ 25 miliar terpantau kembali terkoreksi pada perdagangan Selasa (18/1/2022) pagi waktu Indonesia. Pasar keuangan Amerika Serikat (AS) yang sedang libur membuat investor cenderung melakukan cash out sehingga menekan harga mata uang kripto.

Melansir data dari CoinMarketCap per pukul 09:30 WIB, hanya Cardano yang bergairah pada pagi hari ini. Cardano meroket 14,76% ke level harga US$ 1,61/koin atau setara dengan Rp 23.023/koin (asumsi kurs Rp 14.300/US$).

Sedangkan sisanya terpantau terkoreksi pada pagi hari ini. Bitcoin melemah 1,74% ke level harga US$ 42.213,02/koin atau setara dengan Rp 603.646.186/koin, Ethereum ambles 3,26% ke level US$ 3.314,33/koin atau Rp 45.964.919/koin, dan Terra ambruk 10,25% ke US$ 77,28/koin (Rp 1.105.104/koin).


Berikut pergerakan 10 kripto besar berdasarkan kapitalisasi pasarnya pada hari ini.

Kripto

Bitcoin diperdagangkan cenderung mendatar di kisaran level US$ 42.000 pada hari ini, karena investor cenderung tidak memburu aset kripto di tengah liburnya pasar keuangan di Amerika Serikat (AS).

Liburnya pasar keuangan Negeri Paman Sam membuat sentimen pasar dari AS juga cenderung lebih sepi. Selain itu, faktor risiko pasar yang masih terjadi di pasar keuangan global juga membuat investor masih enggan memburu aset kripto.

Meski minim sentimen, tetapi ada sedikit kabar kurang baik datang dari AS, di mana Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS tidak mampu untuk mengimbangi data tentang virus corona (Covid-19) varian Omicron, yang berpotensi kembali menghantam ekonomi global.

Dikala sentimen pasar dari AS cenderung sepi, investor kripto mencari katalis yang akan mempengaruhi pergerakan kripto di kawasan Eropa dan Asia.

Di Asia, terutama di China, data pertumbuhan ekonomi China pada kuartal IV-2021, yang menunjukkan ekonomi terbesar kedua di dunia itu tumbuh lebih cepat dari yang diperkirakan.

Biro Statistik Nasional (National Bureau of Statistic/NBS) melaporkan Produk Domestik Bruto (PDB) Negeri Panda pada tahun 2021, PDB China berhasil tumbuh 8,1%, lebih tinggi dari tahun 2020.

Meski pada tahun 2021 cenderung lebih baik dari tahun 2020, tetapi pada kuartal IV-2021, PDB Negeri Panda mencapai 4%, melambat dari kuartal III-2021 yang sebesar 4,9%.

Hal ini disebabkan oleh kenaikan kasus virus corona (Covid-19). Lonjakan kasus covid China dalam pada akhir tahun menyebabkan sejumlah daerah memberlakukan penguncian atau lockdown seperti di kota Xi'an, Kebijakan tersebut menekan aktivitas ekonomi khususnya pada tingkat konsumsi masyarakat.

Di lain sisi, CEO pertukaran derivatif crypto Delta Exchange, Pankaj Balani mengatakan bahwa Bitcoin rentan jatuh lebih jauh karena demand investor makin berkurang.

"Kami melihat minat untuk memiliki risiko Bitcoin di kisaran level US$ 40.000 tetap rendah," kata Balani, dikutip dari CoinDesk.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bitcoin-Solana-Terra Bergairah, Tapi Sisanya Masih Loyo


(chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading