PTPP Bidik Kontrak Baru Rp 31 Triliun pada Tahun Ini

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
17 January 2022 18:40
foto : www.pt-pp.com

Jakarta, 14 Januari 2022 - Emiten BUMN Karya PT PP (Persero) Tbk (PTPP) menargetkan perolehan kontrak baru sebesar Rp 31 triliun sepanjang tahun ini. Sektor gedung dan jalan & jembatan menjadi andalan perseroan pada 2022.

Menurut keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), perolehan kontrak baru tersebut ditargetkan berasal dari sektor gedung senilai 34,56%, jalan & jembatan sebesar 30,95%, industri sebesar 11,29%.

Kemudian, sektor minyak & gas (migas) sebesar 7,90%, bendungan sebesar 5,48%, irigasi 3,87%. Tidak ketinggalan, sektor pelabuhan sebesar 2,10%, pembangkit listrik (power plant) sebesar 2,07%, dan bandara (airport) sebesar 1,77%.


"Dengan target perolehan kontrak baru tersebut, PTPP optimis dapat mencapai laba sesuai dengan yang telah ditargetkan," jelas manajemen PTPP.

Adapu target perolehan kontrak baru senilai Rp 31 triliun tersebut tumbuh sekitar 45% dari pencapaian di tahun sebelumnya.

Pada 2022 ini, PTPP juga akan berfokus untuk menggarap proyek-proyek pareto milik pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Rinciannya, total segmentasi pemasaran PTPP untuk proyek milik pemerintah, BUMN, dan kerjasama BUMN mencapai 92%.

PTPP sendiri mengaku telah menyusun berbagai strategi dan kebijakan untuk mencapai target-target yang telah ditetapkan di tahun 2022 ini.

"Selain itu, strategi yang disusun untuk jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang tersebut dilakukan untuk menjaga keberlangsungan usaha dan meningkatkan pertumbuhan kinerja keuangan berkelanjutan," imbuh manajemen PTPP.

Belum lagi, PTPP memiliki peluang (opportunity) kontrak baru konstruksi dari adanya investasi di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang yang dimiliki oleh perusahaan.

Adapun opportunity tersebut berasal dari pekerjaan proyek infrastruktur maupun pembangunan pabrik di kawasan tersebut.

Melalui investasi di KIT Batang, pada 2021 lalu PTPP berhasil memperoleh beberapa kontrak baru dari pengembangan kawasan tersebut, antara lain proyek pematangan lahan senilai Rp 300 Miliar, proyek pembangunan jalan kawasan senilai Rp 350 miliar.

Lebih lanjut, proyek pembangunan IPAL sebesar Rp 250 miliar, pembangunan rumah susun pekerja senilai R 150 miliar, dan pembangunan pabrik milik KCC Glass sebesar Rp. 900 miliar.

Ke depan, tepatnya di tahun ini dan tahun mendatang, PTPP masih memiliki berbagai kesempatan untuk menggarap sejumlah proyek konstruksi lainnya di KIT Batang, seperti pematangan lahan seluas 2.650 ha, pembangunan pengelola dan sarana ibadah, pembangunan pabrik siap pakai, dry port, seaport, jetty, dan pembangunan infrastruktur & utilitas lainnya.

Manajemen PTPP juga menyebut sejumlah sentimen positif dari ranah makro.

Pertama, di tengah pemulihan ekonomi yang dialami oleh semua negara akibat pandemi Covid-19, Indonesia dipercaya menjadi Presidensi untuk kegiatan G20 di tahun 2022 ini. "Hal tersebut merupakan kepercayaan yang diberikan kepada Indonesia terhadap kemampuan diri dalam memulihkan diri dari pandemi," kata manajemen PTPP.

Selain itu, jelas manajemen, kepercayaan yang diberikan tersebut tentunya akan mempengaruhi persepsi para ekonom di tingkat internasional.

Kedua, adanya wacana pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) juga mendorong PTPP untuk ikut serta dalam pembangunan gedung-gedung dan perumahan di wilayah tersebut.

"Makro ekonomi Indonesia pada tahun 2022 diproyeksikan bertumbuh dimana pemulihan ekonomi Indonesia akibat dampak pandemic Covid-19 telah berlangsung secara bertahap sejak tahun 2021 lalu. Lebarnya proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun depån didorong oleh pemulihan kinerja ekonomi yang mulai membaik dimana pemulihan ekonomi tersebut dipengaruhi oleh adanya pogram Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang digulirkan oleh Pemerintah," jelas Corporate Secretary PTPP Yuyus Juarsa.

Selain itu, kata Yuyus upaya pemerintah dalam pengendalian Covid-19 di bidang kesehatan termasuk masifnya pelaksanaan vaksinasi diberbagai daerah dimana perlahan telah mendorong peningkatan mobilitas masyarakat.

"Meskipun tahun lalu dipenuhi oleh tantangan, hasil kerja keras perusahaan mampu membukukan kontrak baru senilai Rp 21 Triliun. Masifnya program pelaksanaan vaksin Covid-19 di Indonesia diharapkan dapat menjadi awal yang baik untuk perkembangan dan pembangunan Indonesia," ujar Yuyus.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sirkuit Mandalika Gelar Motul Superbike, BUMN Karya Garap Ini


(adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading