Emiten Media Bertambah Lagi, NET TV Bidik Dana IPO Rp 149 M

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
28 December 2021 08:10
NetTV

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan media televisi, NET TV atau PT Net Visi Media, berencana melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Melantainya NET TV ke bursa saham kian meramaikan daftar emiten media di pasar modal tanah air seperti PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), PT Surya Citra Media Tbk (MNCN), PT Mahaka Media Tbk (ABBA), PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO).

Berdasarkan prospektus ringkas yang dipublikasikan perusahaan, Senin (27/12/2021), NET TV berencana menawarkan sebanyak-banyaknya 765.306.100 saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham dengan harga penawaran umum Rp 190 sampai dengan Rp 196 per saham.


Bersamaan dengan pelaksanaan IPO, perseroan juga akan menerbitkan saham baru sebanyak 5,93 miliar saham untuk dikonversi atas seluruh tagihan yang dimiliki PT Indika Inti Holdiko dan mandatory convertible bond perseroan.

Tidak hanya itu, pemegang saham juga menyetujui Program Opsi Kepemilikan Saham kepada Manajemen dan Karyawan (MESOP), sebanyak 2,91% saham dari modal disetor. Sehingga, dari aksi korporasi ini, perseroan berpotensi meraih dana segar Rp 149 miliar.

Rencananya, dana yang diperoleh perseroan dari IPO akan digunakan sekitar 18,5% untuk modal kerja yang akan digunakan Perseroan dalam Industri manajemen (Artis) antara lain untuk biaya pengembangan keahlian dan keterampilan artis dan biaya operasional.

Kemudian, sekitar 28,5% akan digunakan bentuk setoran modal dalam PT Net Media Digital, sebagai salah satu Perusahaan Anak, yang akan digunakan untuk pembuatan dan pembelian program; dan/atau biaya-biaya operasional.Selanjutnya, sekitar 53% akan digunakan untuk penyetoran modal dalam PT Net Mediatama Televisi (NMTV) sebagai salah satu perusahaan anak perseroan.

Setelah IPO ini, komposisi kepemilikan saham PT Sinergi Lintas Media akan terdilusi dari sebelumnya 99,99% menjadi 95,63%. PT Indika Inti Holdiko tetap 0,00% dengan kepemilikan 10 ribu saham. Sisanya, pemegang saham publik 4,37%.

Perseroan menunjuk NH Korindo Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Jadwal perkiraan masa penawaran awal akan berlangsung pada 27 Desember sampai dengan 3 Januari 2022.

Perkiraan tanggal efektif pada 14 Januari 2022. Selanjutnya, perkiraan masa penawaran pada 18 Januari sampai dengan 21 Januari 2022. Tanggal penjatahan pada 21 Januari. Tanggal distribusi dan pencatatan di BEI pada 24 dan 25 Januari 2022.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bakal IPO, Induk NET TV Masih Rugi Rp 120 M


(sys/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading