Pasar Saham Sepi, Asing Lepas ADRO-BBYB & Koleksi BMRI-TBIG

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
27 December 2021 17:33
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia/ IHSG, Senin (22/11/2021) (CNBC Indonesia/Muhammad sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup menghijau pada perdagangan Senin (27/12/2021) awal pekan ini, di mana pelaku pasar masih merespons kabar baik seputar izin edar obat virus corona (Covid-19) di Amerika Serikat (AS) dan konfirmasi bahwa Omicron relatif lebih ramah.

Indeks bursa saham acuan nasional tersebut ditutup menguat 0,19% ke level 6.575,44. Meskipun kembali menguat, tetapi IHSG belum mampu kembali ke level psikologisnya di 6.600 pada hari ini.

Pasar cenderung sepi untuk perdagangan hari ini, terlihat dari nilai transaksi yang hanya mencapai Rp 9,6 triliun. Sebanyak 265 saham menguat, 248 saham melemah, dan 158 saham stagnan.


Investor asing kembali mencatatkan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp 96 miliar di pasar reguler. Tetapi di pasar tunai dan negosiasi, asing tercatat melakukan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 461 miliar.

Asing tercatat melepas dua saham berkapitalisasi pasar besar (big cap) di atas Rp 100 triliun, yakni saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan saham PT Astra International Tbk (ASII).

Selain itu, asing juga melepas saham emiten batu bara yakni PT Adaro Energy Tbk (ADRO), saham bank mini yakni PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB), saham emiten menara telekomunikasi anak usaha Telkom Indonesia yakni PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) alias Mitratel, dan saham industri dasar produsen semen bermerek Semen Gresik yakni PT Semen Indonesia Tbk (SMGR).

Berikut saham-saham yang dilepas oleh investor asing pada hari ini.

Net Sell Asing

Sementara itu dari pembelian bersih, asing tercatat mengoleksi dua saham big cap di atas Rp 100 triliun pada hari ini, yakni saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK).

Selain itu, asing juga mengoleksi saham emiten menara telekomunikasi yakni PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), saham e-commerce PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), saham emiten produsen cat bermerek Avian yakni PT Avia Avian Tbk (AVIA), dan saham emiten peritel pemilik minimarket Alfamart yakni PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).

Adapun saham-saham yang dikoleksi oleh investor asing pada hari ini adalah:

Net Buy Asing

Meskipun aktivitas pasar saham dalam negeri dan sentimen pasar global cenderung sepi, tetapi IHSG kembali ditutup menghijau pada perdagangan awal pekan terakhir di tahun 2021.

IHSG cenderung mengikuti pergerakan bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street yang membukukan kinerja positif pada pekan lalu. Bahkan indeks S&P 500 mampu mencatat rekor tertinggi sepanjang masa setelah menguat 2,28%.

Pasar masih merespons positif dari kabar seputar penelitian terbaru virus corona (Covid-19) varian Omicron pada Kamis pekan lalu.

Pada Kamis lalu, sebuah penelitian di Afrika Selatan (Afsel) menunjukkan bahwa penderita Omicron memiliki peluang 80% bergejala ringan sehingga tidak harus 'mondok' ke rumah sakit.

Selain di Afsel, penelitian serupa yakni di Universitas Edinburg, Inggris menunjukkan bahwa pasien rawat inap akibat Omicron ternyata 68% lebih rendah dari kasus varian Delta.

Selain studi yang menunjukkan Omicron tidak menyebabkan gejala yang berat, Balai Obat dan Makanan (Food and Drug Administration/FDA) AS pada pekan lalu menyetujui peredaran obat Covid-19 besutan Pfizer.

Studi menunjukkan bahwa obat berbentuk pil tersebut memiliki efektivitas hingga 89% untuk meringankan gejala Covid-19, sehingga penderita tak perlu 'mondok' di rumah sakit. Pada Kamis, izin serupa diterbitkan bagi Merck.

Di sisi lain biasanya pada pekan terakhir bulan Desember, ada fenomena Santa Rally di mana pasar saham AS akan cenderung ditutup di zona hijau.

Mengutip CNBC International, Santa Rally pertama kali diamati oleh Yale Hirsch, pendiri The Stock Trader's Alamac. Dalam 45 tahun terakhir, Santa Rally menghasilkan return positif sebanyak 34 kali, dengan rata-rata sebesar sebesar 1,4%.

Di Indonesia bulan Desember biasanya identik dengan fenomena window dressing yang membuat IHSG memiliki kinerja bulanan yang selalu positif dalam dua dekade terakhir.

Namun secara historis, pasar saham cenderung sepi di pekan terakhir penghujung tahun. Hal ini setidaknya terlihat dari data rata-rata transaksi harian per pekan di bulan Desember sejak tahun 2018.

Pasar yang sepi mengindikasikan bahwa investor dan trader cenderung tak mengambil posisi atau bahkan cash out untuk memanfaatkan akhir tahun sebagai momentum untuk berlibur.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Akhir Pekan Asing Koleksi BUKA-LPPF & Lepas BMRI-ARTO


(chd/chd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading