Cek Gan! 20 Tahun Terakhir Santa Rally Bikin IHSG Cuan

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
27 December 2021 07:05
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia/ IHSG, Senin (22/11/2021) (CNBC Indonesia/Muhammad sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,59% ke 6.562,900 sepanjang pekan lalu, padahal sentimen pelaku pasar sedang bagus. Dalam 5 hari perdagangan, IHSG sebenarnya mampu menguat 3 kali. Tetapi pelemahan yang tajam dalam dua perdagangan membuatnya berakhir di zona merah.

Saat IHSG melemah, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street justru terus menanjak. Indeks S&P 500 sukses melesat 2,28% sepanjang pekan lalu, berada di 4.725.79, yang merupakan rekor penutupan tertinggi sepanjang sejarah. Kemudian indeks Dow Jones sukses menguat 1,65% ke 35.950,56, dan Nasdaq naik memimpin penguatan sebesar 3,19% ke 15.653,37.

Penguatan Wall Street berpeluang berlanjut di pekan ini yang bisa mendongkrak kinerja IHSG. Sebab kemungkinan akan ada Santa Rally.


Santa Rally merupakan momen spesifik, di aman ada kecenderungan Wall Street akan mengalami kenaikan di 5 hari terakhir perdagangan setiap tahunnya, dan berlanjut di 2 hari pertama tahun yang baru.

Artinya, Santa Rally di Amerika Serikat akan dimulai pada hari ini, Senin (27/12), dan berakhir pada 4 Januari 2022.

Penguatan kiblat bursa saham dunia tersebut tentunya memberikan sentimen positif ke bursa saham global lainnya, termasuk IHSG. Kabar baiknya, dalam 20 tahun terakhir Santa Rally membuat IHSG mencatat return positif selama 18 kali, hanya 2 kali saja negatif.

Berikut pergerakan IHSG dalam 20 tahun terakhir selama Santa Rally di Amerika Serikat (AS).

Jika Santa Rally berlangsung selama 7 hari, untuk IHSG jumlahnya lebih sedikit. Sebab di dalam negeri hari libur Natal dan Tahun Baru lebih banyak ketimbang di Amerika Serikat, dimana bursa sahamnya biasanya libur hanya di tanggal 25 Desember dan 1 Januari saja.

Dalam 20 tahun terakhir, rata-rata selama Santa Rally di Amerika Serikat, IHSG mencatat kinerja positif sebesar 1,65%. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2008 ketika IHSG melesat lebih dari 7,5%.

Sementara kinerja negatif hanya tercatat pada tahun 2002, dan di 2017. Pada tahun lalu, dalam kondisi pandemi Covid-19, IHSG juga mampu mencatat penguatan 0,72%.
Di penghujung tahun ini, Santa Rally juga diperkirakan akan kembali datang, bahkan saat dibayangi virus corona varian Omicron.

Secara teknikal, jika melihat grafik harian IHSG masih berada di bawah rerata pergerakan 50 hari (moving average 50/MA 50), di kisaran 6.610 hingga 6.620 yang sebelumnya merupakan support kuat.

Ketika MA 50 ditembus dan tertahan di bawahnya, tekanan IHSG menjadi cukup besar.

IHSG juga belum lepas dari tekanan pola Shooting Star pada Senin (13/12), yang membuat bursa kebanggaan Tanah Air jeblok sehari setelahnya.

Pola tersebut sebelumnya muncul pada Kamis (25/11), setelahnya IHSG merosot selama beberapa hari.

Pola Shooting Star merupakan sinyal reversal atau berbalik arahnya harga suatu aset.

jkseGrafik: IHSG Harian
Foto: Refinitiv

Support terdekat kini berada di kisaran 6.525. Penembusan ke bawah level tersebut akan membuat IHSG merosot ke 6.500.

Sementara itu peluang rebound IHSG terlihat dari indikator Stochastic sudah mencapai wilayah jenuh jual (oversold).

Stochastic merupakan leading indicator, atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai wilayah overbought (di atas 80) atau oversold (di bawah 20), maka harga suatu instrumen berpeluang berbalik arah.

Target penguatan IHSG hari ini yakni menguji MA 50 di kisaran 6.610 hingga 6.620. IHSG berpeluang melanjutkan penguatan jika pada hari ini mampu mengakhiri perdagangan di atas MA 50.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kabar Baik Soal Obat Covid-19 Bikin IHSG Hijau, Sesi II Aman?


(pap/pap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading