Cari Cuan Pekan Depan, Anda Harus Baca Sederet Kabar Ini

Market - Chandra Dwi, CNBC Indonesia
19 December 2021 20:20
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan Indonesia pada pekan ini cenderun beragam, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau terkoreksi sedangkan rupiah terpantau menguat tipis.

Dalam sepekan, IHSG terkoreksi 0,77% secara point-to-point. Pada pekan sebelumnya, IHSG berhasil naik 1,75%. Sedangkan pada perdagangan Jumat (17/12/2021) akhir pekan ini, IHSG hanya menguat tipis 0,11% ke level 6.601,93.

Total volume transaksi saham pekan ini adalah 117,01 juta unit. Lebih sepi ketimbang minggu lalu yang 128,29 juta unit.


Sementara volume transaksi juga turun menjadi 6,55 juta kali dari 6,61 juta kali. Otomatis nilai transaksi ikut berkurang menjadi Rp 62,62 triliun dari sebelumnya pada pekan lalu mencapai Rp 75,15 triliun.

Di pasar saham, investor asing membukukan jual bersih Rp 2,12 triliun. Padahal minggu lalu terjadi beli bersih Rp 4,12 triliun.

Namun di pasar mata uang, yakni rupiah terpantau menguat tipis. Rupiah menguat 0,03% terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pekan ini. Rupiah pun menguat dua pekan beruntun, karena minggu lalu mencatatkan apresiasi 0,17%.

Pada Jumat lalu, US$ 1 setara dengan Rp 14.365 kala penutupan perdagangan pasar spot. Rupiah melemah 0,17% dari hari sebelumnya.

IHSG dan rupiah sempat terpengaruh dari masuknya virus corona (Covid-19) varian Omicron ke Indonesia pada Kamis lalu. Hal ini pun disampaikan oleh Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin (BGS) dalam konferensi persnya.

Dalam kesempatan itu, BGS, sapaan akrab Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa Kemenkes sudah mendeteksi Covid-19 varian omicron di Tanah Air.

"Kemenkes tadi malam mendeteksi ada seorang pasien berinisial N terkonfirmasi Omicron pada tanggal 15 Desember," ujarnya.

Menurut BGS, data-data itu juga sudah dikonfirmasikan ke GISAID. Kemudian GIASID juga sudah mengonfirmasi data sequencing benar adalah Omicron.

Omicron merupakan varian Covid-19 yang dianggap paling mudah menular dibandingkan varian lainnya, termasuk varian Delta.

Meski dikatakan hanya menimbulkan gejala ringan, tetapi jika penyebarannya semakin meluas dikhawatirkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akan kembali diperketat, dan membuat perekonomian kembali melambat.

Selain dari Omicron, IHSG dan rupiah juga terbebani oleh kabar dari bank sentral Inggris (Bank of England/BoE) yang menaikan suku bunganya pada Kamis malam waktu Indonesia.

BoE menaikkan suku bunga acuannya dari 0,1% menjadi 0,25%. Hal ini juga menjadi kenaikan yang pertama di antara bank sentral negara maju sejak era pandemi di tengah lonjakan inflasi negara tersebut.

Pemicu perubahan kebijakan moneter menjadi ketat tersebut terjadi setelah inflasi Inggris per November menyentuh level tertinggi 10 tahun pada 5,1% atau lebih tinggi dari target BoE yang memperkirakan angka 2%, dan juga lebih tinggi dari posisi Oktober sebesar 4,2%.

Di sisi lain, ekonomi diperkirakan masih aman, dengan angka tenaga kerja di mana sebanyak 257.000 pekerja terserap di perekonomian Inggris per November.

Padahal sebelumnya, pasar (dalam polling Reuters) menduga bahwa suku bunga acuan akan ditahan di level 0,1% menyusul merebaknya kasus Omicron.

Meskipun BoE menaikan suku bunga acuannya, tetapi di bank sentral Eropa (Europe Central Bank/ECB) mengumumkan tetap mempertahankan suku bunga acuannya di level 0%.

ECB sejalan dengan The Fed, di mana mereka akan memangkas pembelian obligasi dan mereka juga tetap berjanji untuk melanjutkan dukungan kebijakan moneter hingga tahun 2022.

Lalu sentimen apa yang akan mewarnai pasar global dan dalam negeri pada pekan depan?

Simak sentimen pekan depan di halaman selanjutnya >>>

Simak Sentimen Pekan Depan
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading