Perkuat Energi Bersih, PLN Dapat Pinjaman ADB Rp 8,61 T

Market - Feri Sandria, CNBC Indonesia
13 December 2021 16:15
Asian Development Bank (ADB) President Takehiko Nakao poses in front of the logo of ADB at its headquarters in Mandaluyong, Metro Manila after a forum with members of the Foreign Correspondents Association of the Philippines January 8, 2016. REUTERS/Erik De Castro

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) telah menyetujui pinjaman berbasis hasil sebesar US$ 600 juta atau setara dengan Rp 8,61 triliun (kurs Rp 14.350/US$) kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk meningkatkan keandalan dan ketahanan layanan listrik di wilayah barat dan tengah pulau Jawa dan mempromosikan penggunaan dari energi bersih.

Pinjaman Berbasis Hasil (Result-Based Lending/RBL) sendiri merupakan bentuk pembiayaan berdasarkan kinerja, yang pencairan pinjamannya dilakukan berdasarkan hasil, dan bukan berdasarkan jumlah pembelanjaan.

Dalam rilis reminya, ADB mengatakan bahwa pinjaman tersebut akan merehabilitasi, memperkuat, dan memperluas jaringan listrik PLN serta mendorong penggunaan energi bersih.


Program ini akan memberikan manfaat bagi lima provinsi di wilayah tersebut, yang berpenduduk sekitar 112 juta orang: Banten, Jawa Tengah, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Jawa Barat, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Program ini akan meningkatkan akses ke energi yang berkelanjutan dan andal di pulau Jawa bagian barat dan tengah, yang merupakan rumah bagi 41% penduduk Indonesia, termasuk sekitar 30 juta orang yang miskin atau hidup di dekat garis kemiskinan," kata Spesialis Keuangan Senior ADB Daniel Miller.

Miller juga menjelaskan program ini akan meningkatkan kualitas hidup, mendukung UMKM dan penyediaan layanan publik yang penting, serta menciptakan lapangan kerja.

"Ini akan mempercepat pemulihan ekonomi Jawa dan membantu mengubah daerah miskinnya menjadi mesin pertumbuhan melalui agroindustri, pariwisata, dan UMK," tambahnya.

ADB mencatat meski pulau Jawa telah mencapai akses listrik universal, tetapi pertumbuhan ekonomi terhambat oleh kualitas listrik yang buruk, seringnya gangguan, dan kehilangan listrik.

ADB juga mengungkapkan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan lebih tinggi, Jawa akan membutuhkan 259 terawatt-jam listrik pada tahun 2030, atau 66,4% dari proyeksi permintaan negara. Memenuhi permintaan itu membutuhkan penguatan jaringan listrik Jawa dan transisi ke ekonomi rendah karbon, dengan kemampuan untuk mengintegrasikan lebih banyak energi terbarukan ke dalam jaringan listrik.

Pinjaman tersebut, dengan jaminan negara dari Pemerintah Indonesia, akan meningkatkan jaringan transmisi PLN, otomatisasi jaringan listrik, dan fasilitas penyimpanan limbah berbahaya. Ini akan mendukung digitalisasi proses bisnis PLN, seperti e-procurement dan mendukung pemasangan lebih banyak stasiun pengisian untuk kendaraan listrik.

ADB juga menjelaskan bahwa kemitraan mereka dengan Indonesia (2020-2024) berfokus pada peningkatan pemulihan ekonomi Indonesia melalui infrastruktur energi yang berkelanjutan dan tangguh.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

PLN Resmi Gandeng ADB, Energi Batu Bara Siap-siap 'Pensiun'


(fsd/fsd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading