Harga Timah "Betah" Sekali di Pucuk, Ini Toh Penyebabnya!

Market - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
03 December 2021 16:35
A truck passes through a tin mining area of Indonesia's PT Timah in Pemali, Bangka island, Indonesia, July 25, 2019. REUTERS/Fransiska Nangoy

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga timah dunia menguat pada perdagangan hari ini karena pasokan timah yang masih ketat dibanding permintaan timah yang tumbuh hampir dua kali lipat dari 2019.

Pada Jumat (3/12/2021) pukul 14.56 WIB harga timah dunia tercatat US$ 3.112,5/ton, naik 0,33% dibandingkan harga penutupan kemarin. Harga tersebut masih dekat dengan rekor tertinggi sepanjang masa. 

TimahFoto: Investing.com
Timah

Cui Lin, kepala perwakilan China di International Tin Association (ITA), memperkirakan permintaan timah dari industri panel surya (PV) akan meningkat menjadi sekitar 15.000 ton tahun ini, dibandingkan hanya 8.000 ton pada 2019.


Namun persediaan terus turun membuat pasokan timah terbatas.

"Stoknya terus turun, sehingga mempengaruhi harga cukup drastis," katanya.

Persediaan timah di gudang yang terdaftar di Pasar Logam London (LME) turun ke level terendah sejak 1989 pada awal November dan saat ini hanya 1.365 ton. Sedangkan persediaan di Pasar Berjangka Shanghai (ShFE) mendekati terendah dalam lima tahun.

Persediaan TimahFoto: Refinitiv
Persediaan Timah

Penyebab persediaan yang rendah adalah pabrik peleburan timah China harus mengurangi produksi karena pembatasan konsumsi listrik tahun ini. Ditambah sejumlah kendala pasokan timah lainnya telah mengkhawatirkan pasar.

Memburuknya kasus Covid-19 (Coronavirus Disease 2019) di Myanmar pada pertengahan memaksa pemerintah setempat menutup pelabuhan sejak tanggal 10 November 2021.

Harapannya, pelabuhan tersebut akan buka pada tanggal 19, namun diperpanjang selama 14 hari lagi hingga awal Desember.

Penutupan pelabuhan perdagangan timah utama antara China dan Myanmar pada bulan November dapat menyebabkan penurunan total bulanan secara signifikan.

Malaysian Smelting Corporation (MSC), perusahaan timah terbesar ketiga duniamenyatakan keadaanforce majeure pada bulan Juni karena gangguan produksi akibat virus corona (Coronavirus Disease 2019).

Walaupun mengakhiri status tersebut pada 30 November, produksi dari MSC masih diragukan bisa mengakhiri ketatnya pasokan timah dunia.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(ras/ras)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading