Omicron Diramal "Kuasai" Dunia dalam 3 Bulan, Emas Terbang?

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
03 December 2021 07:30
Gold bars are stacked in the safe deposit boxes room of the Pro Aurum gold house in Munich, Germany,  August 14, 2019. REUTERS/Michael Dalder

Jakarta, CNBC Indonesia - Virus corona varian Omicron masih terus menyebar, Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mengatakan setidaknya 23 negara sudah "disusupi". Meski demikian, penyebaran Omicron tersebut belum mampu mendongkrak kinerja emas dunia.

Emas yang dianggap sebagai aset safe have memang sempat melesat di pekan ini, tetapi tidak lama langsung berbalik merosot. Pada perdagangan Kamis kemarin, emas berakhir di US$ 1.768,63/troy ons, merosot 0,8% di pasar spot melansir data Refinitiv.

Virus Omicron yang dikatakan lebih gampang menyebar ketimbang varian delta serta ada kemungkinan kebal terhadap vaksin dikatakan bisa "menguasai" dunia dalam 3 sampai 6 bulan ke depan.


Hal itu dikatakan oleh dokter spesialis penyakit menular, Leong Hoe Nam, dari rumah sakit Mount Elizabeth Novena.

"Sejujurnya, Omicron akan mendominasi dan membanjiri seluruh dunia dalam 3 sampai 6 bulan ke depan," kata Leong dalam acara Street Signs Asia, CNBC International Rabu (1/12).

Saat ini corona varian Delta yang menguasai dunia. Menurut laporan Reuters penyakit akibat virus corona (Covid-19) saat ini 99% merupakan varian Delta, yang pertama kali ditemukan di India pada bulan Maret 2021, dan mendominasi di dunia di bulan Juli.

Artinya dalam tempo 4 bulan Delta "menguasai" dunia, dengan Omicron yang dikatakan lebih menular tentunya bisa lebih cepat lagi jika tidak menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Penyebaran tersebut dikhawatirkan akan membuat perekonomian dunia melambat lagi. Dalam kondisi tersebut emas sebenarnya menjadi aset pilihan investasi. Tetapi di pekan ini emas tidak menunjukkan tanda-tanda tersebut, justru ikut merosot bersama bursa saham global.

xau

Merosotnya emas tidak lepas dari kemungkinan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau yang dikenal dengan Federal Reserve (The Fed) akan mempercepat normalisasi kebijakan moneternya.

The Fed resmi mengumumkan akan melakukan tapering atau pengurangan nilai program pembelian aset (quantitative easing/QE) sebesar US$ 15 miliar setiap bulannya mulai November lalu. Dengan nilai QE sebesar US$ 120 miliar, butuh waktu 8 bulan untuk menyelesaikannya. Artinya, tapering akan berakhir pada bulan Juni tahun depan.

Namun dalam beberapa pekan terakhir banyak pejabat elit The Fed yang mendorong tapering dilakukan lebih cepat guna meredam tingginya inflasi. Dan, ketua The Fed Jerome Powell di pekan ini mengatakan bisa mempercepat laju tapering.

"Saat ini perekonomian sangat kuat dan inflasi juga sangat tinggi, oleh karena itu menurut pandangan saya akan tepat jika mempertimbangkan menyelesaikan tapering lebih cepat, mungkin beberapa bulan lebih awal," kata Powell di hadapan Senat AS, sebagaimana diwartakan CNBC International, Selasa (30/11).

Ketika tapering dipercepat, suku bunga juga kemungkinan akan naik lebih awal. Hal tersebut memberikan pukulan telak bagi emas.

Powell juga mengatakan akan membahas mengenai percepatan tapering di bulan ini.

"Saya mengharapkan The Fed akan mendiskusikan percepatan tapering pada rapat bulan Desember," tambah Powell.

The Fed akan mengadakan rapat kebijakan moneter pada 14 dan 15 Desember waktu setempat. Sebelum pengumuman tersebut, emas tampaknya masih sulit untuk menguat tajam.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading