Harga Batu Bara Makin Mahal, Xi Jinping Bisa Ngamuk Nih...

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
03 December 2021 06:55
Pekerja membersihkan sisa-sisa batu bara yang berada di luar kapal tongkang pada saat bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (22/11/2021). Pemerintah Indonesia berambisi untuk mengurangi besar-besaran konsumsi batu bara di dalam negeri, bahkan tak mustahil bila meninggalkannya sama sekali. Hal ini tak lain demi mencapai target netral karbon pada 2060 atau lebih cepat, seperti yang dikampanyekan banyak negara di dunia. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara kembali naik. Dalam dua hari terakhir, harga si batu hitam melesat lebih dari 8%.

Kemarin, harga batu bara di pasar ICE Newcastle (Australia) ditutup di US$ 154,1/ton. Naik 1,22% dari posisi hari sebelumnya.

Ini membuat harga batu bara naik selama dua hari beruntun. Dalam dua hari tersebut, harga melonjak 8,41%.


Namun kemungkinan harga komoditas ini sulit untuk 'terbang-terbangan' seperti beberapa waktu lalu. Sebab, masalah kekurangan pasokan sepertinya sudah mulai reda.

Di India, misalnya, kebutuhan akan batu bara mulai berkurang. Bulan lalu, pertumbuhan permintaan listrik di Negeri Bollywood adalah 2,2%. Melambat dibandingkan Oktober 2021 yang tumbuh 4,1%.

Pembangkitan listrik dengan batu bara di India turun 2,8% pada November 2021 dibandingkan bulan sebelumnya. Stok batu bara di pembangkit listrik pun sudah terkumpul, tinggal 31 pembangkit yang punya cadangan untuk tiga hari atau kurang. Pada Oktober 2021, ada 44 pembangkit yang punya cadangan hanya cukup untuk tiga hari atau kurang dari itu.

Pasokan batu bara yang sepertinya sudah memadai di India membuat permintaan bisa dikurangi. Ini tentu menjadi faktor risiko buat harga, ada kecenderungan bakal terkoreksi.

H

Xi Jinping Bakal Makin Galak ke Batu Bara
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading