IHSG Selamat dari Omicron, tapi Asing Kabur dari Bursa RI

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
29 November 2021 15:39
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia/ IHSG, Senin (22/11/2021) (CNBC Indonesia/Muhammad sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di zona hijau pada perdagangan Senin (29/11/2021). IHSG sempat terkoreksi dalam pada awal perdagangan sesi I hari ini akibat masih kekhawatiran pasar dari varian baru virus corona (Covid-19).

Indeks bursa saham acuan Tanah Air tersebut ditutup melesat 0,71% ke level 6.608.29. Pada pembukaan sesi I hari ini, IHSG dibuka melemah 0,13% dan hingga 15 menit setelah dibuka indeks terus terkoreksi hingga 1%. Namun sekitar pukul 10:30 WIB, IHSG berhasil berbalik arah hingga penutupan perdagangan hari ini.

Data perdagangan mencatat nilai transaksi hari ini cenderung menurun menjadi Rp 15,3 triliun. Sebanyak 222 saham menguat, 345 saham melemah dan 107 lainnya stagnan.


Meskipun berhasil rebound dan ditutup melesat, tetapi investor Asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) hingga mencapai Rp 1,03 triliun di pasar reguler dan sebesar Rp 138 miliar di pasar tunai dan negosiasi, sehingga secara total asing melakukan net sell hingga Rp 1,17 triliun.

Investor asing melakukan penjualan bersih di saham PT Astra International Tbk (ASII) hingga mencapai Rp 176 miliar. Selain di saham ASII, asing juga melepas saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencapai Rp 173 miliar.

Dari pergerakan sahamnya, saham ASII ditutup melesat 1,27% ke level harga Rp 5.975/unit, sedangkan saham BBCA berakhir melonjak 1,72% ke level harga Rp 7.400/unit.

Sementara pembelian bersih dilakukan asing di saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp 102 miliar dan di saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) sebesar Rp 31 miliar.

Saham TLKM ditutup terbang 3,24% ke level harga Rp 4.140/unit, sedangkan saham ITMG ditutup melesat 2,2% ke level Rp 20.875/unit.

Penguatan IHSG ditopang oleh naiknya saham-saham telekomunikasi, kesehatan dan keuangan. Hal ini tercermin dari kenaikan indeks sektoral telekomunikasi yang mencapai 2,35%.

Kemudian di posisi kedua dan ketiga ada indeks sektoral kesehatan dan keuangan yang masing-masing naik 1,1% dan 0,94%. Penguatan saham-saham bank kakap lebih dari 1% turut mendorong apresiasi indeks sektoral keuangan dan IHSG.

Sentimen yang menggerakkan pasar hari ini masih terkait dengan varian baru Covid-19 yang dinamai Omicron yang disebut oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) lebih menular dari virus penyebab Covid-19 awal dan varian Delta.

Sebagai informasi, varian tersebut pertama kali ditemukan di Afrika Selatan dan kini sudah ditemukan di Inggris, beberapa negara Eropa, dan beberapa negara di Asia seperti Hong Kong.

Tiga negara besar di daratan Eropa yaitu Inggris, Jerman dan Italia menyebutkan telah menemukan kasus terkait Omicron pada Sabtu (27/11/2021) lalu. Selain itu ada juga Hong Kong dan Belgia yang melaporkan kasus terkait Omicron di masing-masing negara.

Pekan lalu saat WHO mendeklarasikan variant of concern (VOC) tersebut, pasar keuangan global terkoreksi tajam. Indeks saham utama bursa Amerika Serikat (AS), Eropa dan Asia semuanya merah dengan koreksi lebih dari 2%. Investor cenderung lari ke aset minim risiko seperti emas dan obligasi pemerintah serta menjauhi saham.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading