IHSG Ambruk 2%, Asing Lego Saham Bank-bank Besar

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
26 November 2021 17:15
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (6/10/2021).  Indeks Harga Saham Gabungan berhasil mempertahankan reli dan ditutup terapresiasi 2,06% di level 6.417 pada perdagangan Rabu (06/10/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup ambruk pada perdagangan Jumat (26/11/2021), di tengah kekhawatiran memburuknya pandemi virus corona (Covid-19) di tengah munculnya varian terbaru virus Covid-19 yang bisa mementahkan vaksin.

Indeks bursa saham acuan Tanah Air tersebut ditutup ambruk 2,06% ke level 6.561,55. Pada awal perdagangan sesi I, koreksi IHSG masih cenderung tipis-tipis. Namun selang satu jam setelah dibuka, IHSG langsung anjlok hingga akhir perdagangan hari ini.

IHSG mengikuti pergerakan bursa saham Asia yang juga terpantau berjatuhan pada hari ini, di mana Indeks Hang Seng Hong Kong dan Nikkei Jepang menjadi yang paling parah pelemahannya hari ini, yakni ambles hingga lebih dari 2%, bahkan nyaris 3%.


Meskipun ambruk, tetapi nilai transaksi hari ini IHSG bertambah menjadi Rp 16,5 triliun. Sebanyak 476 saham yang terkoreksi, hanya 99 saham yang menguat dan 98 saham yang stagnan.

Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 199 miliar di pasar reguler pada hari ini.

Asing secara mayoritas melepas saham perbankan besar pada hari ini, sehingga hal tersebut juga menjadi pemberat IHSG. Adapun saham perbankan besar yang dilepas asing adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Selain melepas saham perbankan besar, asing juga melepas saham e-commerce PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) dan saham emiten produsen alat berat pertambangan Grup Astra yakni PT United Tractors Tbk (UNTR).

Berikut saham-saham yang dilepas oleh investor asing pada hari ini.

Net Sell Asing

Sedangkan dari pembelian bersih, asing tercatat masih memborong saham emiten telekomunikasi berkapitalisasi pasar besar (big capĀ­) yakni PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) hingga mencapai Rp 650 miliar. Namun, aksi borong asing di saham TLKM tak bisa menyelamatkan IHSG hari ini.

Selain memborong saham TLKM, asing juga mengoleksi saham menara telekomunikasi PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), saham emiten teknologi jasa media periklanan digital PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX), saham emiten media PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), dan saham emiten media dan teknologi PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK).

Adapun saham-saham yang dikoleksi oleh investor asing pada hari ini adalah:

Net Buy Asing

Kini, investor di global, termasuk di Asia dan Indonesia mulai mengkhawatirkan varian baru dari Covid-19 yang disebut lebih ganas dari varian Delta.

Varian baru yang diberi nama B.1.1.529 ini terdeteksi di Afrika Selatan (Afsel). Institut Nasional untuk Penyakit Menular (NICD) menyatakan telah mengkonfirmasi 22 kasus positif, dengan lebih banyak kasus dikonfirmasi saat hasil tes keluar per Kamis (25/11/2021).

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mengatakan tengah meminta pertemuan darurat untuk memantau varian itu. Hal ini penting di tengah makin melonjaknya kasus Covid-19 di Eropa dan dunia yang memasuki musim liburan akhir tahun.

Pertemuan itu akan memutuskan ke mana varian B.1.1.529 akan diklasifikasikan. Apakah varian menarik atau perlu diperhatikan.

Di sisi lain, investor juga cenderung melakukan penarikan dana (cash out) setelah IHSG naik tinggi sejak Oktober 2021. Sehingga selain ada indikasi risiko yang meningkat juga ada indikasi aksi ambil untung (profit taking) oleh investor.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading