IHSG Anjlok 2% Lebih, Ini Saham-Saham Biang Keroknya!

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
26 November 2021 14:54
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia/ IHSG, Senin (22/11/2021) (CNBC Indonesia/Muhammad sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 2%, saham-saham berkapitalisasi pasar besar (big cap) juga ambles terkena tekanan aksi jual oleh investor asing pada lanjutan sesi sesi II perdagangan hari ini, Jumat (26/11/2021).

Pelemahan IHSG terjadi di tengah besarnya aksi jual oleh investor asing dan adanya kekhawatiran memburuknya pandemi di tengah munculnya varian terbaru virus Covid-19 yang bisa mementahkan vaksin.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 14.46 WIB, indeks acuan saham nasional tersebut anjlok 2,16%, meninggalkan level psikologis 6.600, ke posisi 6.555,22.


Hanya 86 saham yang naik, 482 saham turun, dan 101 saham tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 14,88 triliun dan volume perdagangan 26,57 miliar.

Investor asing ramai-ramai keluar dari bursa domestik dengan catatan jual bersih (net sell) Rp 130,04 miliar di pasar reguler dan Rp 66,57 miliar di pasar negosiasi dan pasar tunai.

Berikut saham-saham big cap yang anjlok siang ini.

  1. Astra International (ASII), saham -5,22%, ke Rp 5.900/saham, net sell Rp 69,3 M

  2. Bank Negara Indonesia (BBNI), -4,18%, ke Rp 6.875/saham, net sell Rp 65,4 M

  3. Bank Mandiri (BMRI), -3,06%, ke Rp 7.125/saham, net sell Rp 12,9 M

  4. Unilever Indonesia (UNVR), -2,90%, ke Rp 4.680 /saham, net by Rp 286,54 juta

  5. Bank Jago (ARTO), -2,80%, ke Rp 14.775/saham, net sell Rp 7,18 M

  6. Hanjaya Mandala Sampoerna (HMSP), -1,95%, ke Rp 1.005/saham, net sell Rp 641,96 juta

  7. Chandra Asri Petrochemical (TPIA),-1,75%, ke Rp 7.025/saham, net sell Rp 1,47 M

  8. Bank Central Asia (BBCA), -1,35%, ke Rp 7.325/saham, net sell Rp 283,4 M

  9. Bank Rakyat Indonesia (BBRI), -1,18%, ke Rp 4.170/saham, net sell Rp 38,2 M

  10. Elang Mahkota Teknologi (EMTK), -0,81%, ke Rp 1.845/saham, net buy Rp 12,31 M

Dari 10 saham big cap di atas, saham bank BBCA, yang notabene memiliki kapitalisasi pasar terbesar di bursa, dilego oleh investor asing mencapai Rp 283,4 miliar di pasar reguler. Angka tersebut adalah jual bersih terbesar oleh asing di bursa saat ini.

Saham BBCA pun minus 1,35% ke Rp 7.325/saham, melanjutkan koreksi 0,67% kemarin.

Sementara, saham otomotif Grup Astra ASII menjadi yang paling ambles, yakni 5,22% ke Rp 5.900/saham, diiringi aksi jual oleh asing Rp 69,3 miliar. Dalam sepekan saham ASII minus 5,22%, sedangkan dalam sebulan ambles 2,07%.

Saham Grup Astra lainnya, emiten tambang PT United Tractors Tbk (UNTR) juga banyak dilego asing hingga mencapai Rp 52,3 miliar. Kapitalisasi pasar UNTR saat ini mencapai Rp 81,50 triliun.

Setali tiga uang, trio saham bank BUMN, BBNI, BMRI, dan BBRI, juga sama-sama terbenam di zona merah usai dijual asing. Saham BBNI anjlok 4,18%, dengan nilai net sell Rp 65,4 miliar, terbesar ketiga di bursa.

Kemudian, saham BMRI melorot 3,06% dengan net sell Rp 12,9 miliar. Terakhir, saham BBRI juga dijual asing hingga Rp 38,2 miliar dan membuat saham tersebut turun 1,18%.

Koreksi IHSG terjadi di tengah ambruknya mayoritas bursa Asia. Siang ini, Indeks Nikkei Jepang memimpin dengan koreksi sebesar 2,53%, sementara Hang Seng Hong Kong drop 2,69%, KOSPI Korea Selatan drop 1,47%, indeks Strait Times Singapura ambles 1,92%. Tak ada bursa utama di Asia yang menguat.

Kontrak berjangka (futures) indeks bursa saham Amerika Serikat (AS) juga tertekan seiring kabar munculnya virus corona (Covid-19) varian terbaru dengan lonjakan mutasi, yakni B.1.1.529. Futures Dow Jones anjlok 2,06% sore ini. Kontrak berjangka Nasdaq juga minus 0,84% dan futures S&P 500 melorot 1,51%.

Varian Covid-19 baru tersebut telah terdeteksi di Afrika Selatan dan bermutasi menjadi lebih resistensi melawan antibodi sehingga dikhawatirkan mengurangi efektivitas vaksin dan secara bersamaan lebih menular.

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mengatakan tengah meminta pertemuan darurat untuk memantau varian itu. Hal ini penting di tengah makin melonjaknya kasus Covid-19 di Eropa dan dunia yang memasuki musim liburan akhir tahun.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading