Bursa Eropa Menguat di Sesi Awal Perdagangan

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
25 November 2021 17:06
The German share prize index DAX board is photographed early afternoon on the day of the Brexit deal vote of the British parliament in Frankfurt, Germany, January 15, 2019. REUTERS/Kai Pfaffenbach Foto: Frankfurt Stock Exchange (DAX) (REUTERS/Kai Pfaffenbach)

Jakarta. CNBC Indonesia - Bursa Eropa menguat pada pembukaan perdagangan Kamis (25/11/2021), di tengah pantauan pemodal atas krisis Covid-19 di kawasan dan perkembangan politik di Jerman.

Indeks Stoxx 600 dibuka menguat 0,5% dengan indeks saham sektor teknologi memimpin reli, sebesar 1,1%. Sebaliknya, saham telekomunikasi tertekan sebesar 0,5%. Investors masih mencerna kabar terbaru Jerman di mana pemerintahan koalisi baru diumumkan pada Rabu.

Selang 1 jam kemudian. indeks Stoxx 600 menguat 2,1 poin (+0,44%) di level 481,82. Indeks DAX Jerman lompat 64,2 poin (+0,4%) ke 15.942,57. FTSE Inggris naik 19,2 poin (+0,27%) ke 7.061,44. Namun. CAC Prancis naik 11,9 poin (+0,16%) ke 7.298,21.


Mayoritas bursa utama di Asia Pasifik juga menguat di tengah rilis data aktivitas manufaktur China per Oktober yang cenderung variatif. Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers' Index/PMI) sektor manufaktur per Oktober berada di angka 49,2 yang berarti terjadi kontraksi.

Kesepakatan tersebut berujung pada penunjukan mantan Menteri Keuangan Jerman Olaf Scholz sebagai kanselir Jerman yang baru setelah Angela Merkel meninggalkan posisi tersebut pada Desember. Olaf menyatakan vaksinasi akan diwajibkan untuk kelompok tertentu.

Investor Eropa terus memantau krisis Covid-19 di tengah kenaikan kasus baru. Italia mengumumkan rencana memberlakukan kebijakan pembatasan lebih ketat sementara Jerman menjajaki rencana karantina wilayah (lockdown).

Pasar di Asia Pasifik bergerak variatif setelah investor merespons negatif rencana Bank of Korea menaikkan suku bunga acuannya menjadi 1%, mengikuti langkah bank sentral Selandia Baru yang juga mengambil langkah serupa.

Pasar AS libur untuk merayakan Thanksgiving. Investor memantau rilis pertumbuhan ekonomi Jerman kuartal III-2021 yang tumbuh 1,7% (kuartalan), atau di bawah ekspektasi. Sementara itu, indeks konsumen GfK menunjukkan kenaikan inflasi memperberat optimisme masyarakat Jerman, sehingga angka hasil survei turun menjadi -1,6 poin, dari posisi November sebesar 1.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading