IHSG Naik Tipis, Asing Masih Lego Mitratel & Koleksi BNI

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
24 November 2021 16:04
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia/ IHSG, Senin (22/11/2021) (CNBC Indonesia/Muhammad sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis pada perdagangan Rabu (24/11/2021), setelah sempat berfluktuasi pada perdagangan sesi I hari ini karena didorong oleh positifnya harga beberapa komoditas energi.

Indeks bursa saham acuan nasional tersebut ditutup naik tipis 0,08% ke level 6.683,277. Pada perdagangan sesi I, IHSG sempat mencicipi zona merah dan cenderung berfluktuasi. Namun pada sesi kedua, indeks kembali diperdagangkan di zona hijau. Level terendah IHSG berada di 6.668,05 dan level tertingginya di 6.697,42 pada perdagangan intraday.

Data perdagangan mencatat nilai transaksi hari ini cenderung menurun menjadi Rp 13,4 triliun. Sebanyak 231 saham terapresiasi, 279 saham terdepresiasi dan 160 lainnya stagnan.


Di pasar reguler, investor asing hingga hari ini masih melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 436 miliar. Namun di pasar negosiasi dan tunai, asing terpantau melakukan pembelian bersih (net buy) yang lumayan besar yakni Rp 855 miliar. Sehingga di seluruh pasar asing masih beli bersih Rp 419,2 miliar.

Asing tercatat melepas dua saham berkapitalisasi pasar besar (big cap) pada hari ini, yakni saham perbankan BUMN PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan saham telekomunikasi BUMN PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).

Selain itu, asing juga kembali melepas saham emiten menara telekomunikasi yang juga merupakan anak usaha Telkom Indonesia, yakni PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL).

Asing juga melepas saham emiten batu bara PT Adaro Energy Tbk (ADRO), saham startup e-commerce PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), dan saham produsen Semen Gresik yakni PT Semen Indonesia Tbk (SMGR).

Berikut saham-saham yang dilepas oleh investor asing pada hari ini.

Net Sell Asing

Sedangkan dari pembelian bersih, asing juga tercatat mengoleksi dua saham big cap, yakni saham perbankan BUMN PT Bank Indonesia Tbk (BBNI) dan saham emiten media dan teknologi PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK).

Selain mengoleksi BBNI dan EMTK, asing juga mengoleksi saham sekuritas PT Yule Sekuritas Indonesia Tbk (YULE), saham emiten jasa jalan tol PT Jasa Marga Tbk (JSMR), saham emiten teknologi jasa penyedia platform media digital PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX), dan saham emiten jasa kesehatan dan rumah sakit PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA).

Adapun saham-saham yang dikoleksi oleh investor asing pada hari ini adalah:

Net Buy Asing

Selain kinerja Wall Street masih yang kurang apik semalam, sentimen yang mewarnai perdagangan hari ini datang dari pergerakan harga komoditas.

Di pasar komoditas, harga minyak mentah dan batu bara berhasil berbalik arah (rebound). Harga kontrak minyak mentah jenis Brent ditutup menguat 3,27% pada perdagangan Selasa (23/11/2021) kemarin dan kembali tembus ke atas level US$ 80/barel.

Setelah memulai fase downtrend sejak awal Oktober 2021, bulan November tampaknya menjadi momen balas dendam bagi komoditas batu bara.

Dalam sepekan terakhir, harga batu bara sukses mencatatkan apresiasi sebesar 16,45%. Kemarin harga batu bara acuan global Newcastle ditutup di level US$ 177/ton untuk kontrak yang berakhir Desember tahun ini pasca menguat lebih dari 4% dalam sehari.

Uptrend harga batu bara yang berlanjut juga turut menopang kinerja harga saham emiten tambang batu bara RI setidaknya untuk perdagangan hari ini. Mayoritas saham emiten tambang batu hitam domestik ditutup menguat.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading