'Disuntik' Batu Bara, IHSG Rebound Berusaha Dekati Rekor!

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
24 November 2021 15:37
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia/ IHSG, Senin (22/11/2021) (CNBC Indonesia/Muhammad sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar saham Tanah Air tak menunjukkan pergerakan yang signifikan pada perdagangan hari ini, Rabu (24/11/2021). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil finish di zona hijau meski dengan penguatan terbatas.

IHSG ditutup menguat 0,08% ke level 6.683,28 saat perdagangan sesi II berakhir. Setelah mengalami koreksi cukup dalam kemarin, IHSG kini berusaha kembali mendekati rekor tertinggi sepanjang masa yang dicapai awal pekan ini.

Terpantau 231 saham menguat, 279 melemah dan 160 stagnan. Nilai transaksi hanya mencapai Rp 13,43 triliun. Asing jual bersih di pasar reguler sebesar Rp 435,9 miliar. Namun di pasar negosiasi dan tunai asing net buy jumbo sebesar Rp 855 miliar. Sehingga di seluruh pasar asing masih beli bersih Rp 419,2 miliar.


Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi saham yang paling banyak dilepas asing dengan net sell mencapai Rp 129 miliar.

Kemudian ada juga saham PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) yang menduduki posisi kedua net sell asing sebesar Rp 83,9 miliar. Saham anak usaha BUMN ini sejak debutnya listing di bursa nasional terus dilepas asing.

Sedangkan saham yang diborong asing paling banyak ada PT Yulie Sekuritas Tbk (YULE) dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dengan net buy masing-masing sebesar Rp 49,3 miliar dan Rp 20,2 miliar.

Di pasar negosiasi asing terpantau membeli saham PT Bank Mega Tbk (MEGA) dan PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) dengan nilai transaksi mencapai lebih dari Rp 800 miliar.

Selain kinerja Wall Street yang kurang apik semalam, sentimen yang mewarnai perdagangan hari ini datang dari pergerakan harga komoditas.

Di pasar komoditas, harga minyak mentah dan batu bara berhasil rebound. Harga kontrak minyak mentah jenis Brent ditutup menguat 3,27% kemarin dan kembali tembus ke atas level US$ 80/barel.

Setelah memulai fase downtrend sejak awal Oktober 2021, bulan November tampaknya menjadi momen balas dendam bagi komoditas batu bara.

Dalam sepekan terakhir harga batu bara sukses mencatatkan apresiasi sebesar 16,45%. Kemarin harga batu bara acuan global Newcastle ditutup di level US$ 177/ton untuk kontrak yang berakhir Desember tahun ini pasca menguat lebih dari 4% dalam sehari.

Uptrend harga batu bara yang berlanjut juga turut menopang kinerja harga saham emiten tambang batu bara RI setidaknya untuk perdagangan hari ini. Mayoritas saham emiten tambang batu hitam domestik ditutup menguat.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Profit Taking di Awal Pekan, IHSG Ditutup Melemah


(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading