INA Umumkan Pembelian Saham MTEL, tapi Sayang Harga Drop 4,4%

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
22 November 2021 16:15
Dok Mitratel

Jakarta, CNBC Indonesia - Dana abadi Indonesia atau sovereign wealth fund (SWF) bernama Indonesia Investment Authority (INA) merealisasikan investasinya di sektor infrastruktur digital dan teknologi melalui saham PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) alias Mitratel.

Hal ini dilakukan dengan masuknya investasi INA melalui penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) Mitratel.

CIO INA Stefanus Hadiwidjaja mengatakan keikutsertaan INA sebagai salah satu investor dalam IPO Mitratel merupakan wujud nyata komitmen INA untuk mendukung akselerasi pembangunan dan peningkatan kualitas infrastruktur digital di Indonesia, terutama sektor menara telekomunikasi.


"IPO Mitratel merupakan penyaluran dana investasi pertama dari INA sebagai sovereign wealth fund Indonesia di bidang infrastruktur digital dan teknologi," kata Stefanus dalam keterangannya, Senin (22/11/2021).

"Kami memilih proyek yang kami berikan investasi secara hati-hati dengan, antara lain, melakukan proses uji tuntas yang menyeluruh, memastikan bisnis tersebut layak secara komersial, serta menjunjung tinggi prinsip tata kelola yang baik (Good Corporate Governance) dan ESG," lanjutnya.

Stefanus mengharapkan dengan dana yang berhasil diperoleh Mitratel melalui IPO ini akan dapat mendorong infrastruktur digital Indonesia dan dalam jangka panjang dapat menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi.

Sektor ini merupakan salah satu dari sembilan sektor yang menjadi fokus investasi INA. Terpisah, Juru Bicara INA Masyita Crystallin mengatakan terdapat sembilan sektor yang akan difokuskan oleh SWF ini untuk diinvestasikan di tahun depan, setelah di tahun ini baru mulai berinvestasi di sektor infrastruktur.

Dia menjelaskan, investasi INA akan berkisar di sektor telekomunikasi, kesehatan, energi baik energi terbarukan (renewable energy) maupun fosil, kawasan industri, dan infrastruktur digital

Selain itu juga ada sektor pertanian dan perkebunan. Lainnya adalah sektor infrastruktur di bidang jalan tol, pelabuhan, dan bandara.

Untuk diketahui, Mitratel baru saja mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin ini. Saham perusahaan dilepas di harga Rp 800/saham dengan jumlah 23.493.524.800 dan menghasilkan dana senilai Rp 18,79 triliun.

Di pembukaan perdagangannya, saham ini dibuka di Rp 850/saham saat pembukaan, meski tak bertahan lama.

Pada perdagangan hari ini, saham MTEL ditutup di harga Rp 765/saham atau di bawah harga IPO-nya. Sepanjang hari saham ini tercatat melelmah 4,38%.

Diperdagangkan dengan volume 1,38 miliar saham dengan nilai mencapai Rp 1,09 triliun sebanyak 79.157 kali. Asing mencatatkan jual bersih (net sell) di saham ini senilai Rp 296,65 miliar di pasar reguler dan Rp 173,68 miliar di seluruh pasar.

Rencana investasi INA di Mitratel ini sebelumnya telah disampaikan oleh Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo.
Dia mengatakan nilai investasi ini akan berkisar US$ 500 juta-US$ 800 juta atau kisaran Rp 7,1 triliun-Rp 11,36 triliun (asumsi kurs Rp 14.200/US$).

"[Ini merupakan investasi] INA dan partner-partner investor institusi asing," kata Kartiko kepada CNBC Indonesia, Selasa (2/11/2021).


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bos Hutama Karya Ungkap 5 Tol Dijual ke INA, Ruas Mana Saja?


(mon/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading