Saat Saham Tesla Nyungsep, Saham Mobil Listrik Ini 'Terbang'!

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
16 November 2021 17:15
A Tesla model 3 car is seen in their showroom in Singapore October 22, 2021. Picture taken October 22, 2021. REUTERS/Edgar Su

Jakarta, CNBC Indonesia - Di saat saham mobil listrik (electric vehicle/EV) besutan Elon Musk Tesla Inc. yang melantai di bursa saham Nasdaq, Amerika Serikat (AS), terkena aksi jual besar-besaran (sell-off) selama sepekan, saham mobil listrik yang baru melantai di Wall Street Rivian berhasil melonjak.

Saham Tesla terus melorot dalam beberapa hari terakhir seiring investor merespons penjualan saham CEO Elon Musk yang dimulai pekan lalu sebesar US$ 6,9 miliar atau setara dengan Rp 97,98 triliun (asumsi kurs 14.200/US$), serta cuitan terbaru Elon di Twitter ketika menanggapi postingan Senator AS Bernie Sanders yang menuntut agar orang kaya membayar pajak secara adil.

Menurut data Refinitiv, saham Tesla ditutup turun 1,94% ke posisi US$ 1.013,39/unit pada perdagangan Senin (15/11) waktu AS. Dengan ini, saham Tesla memerah 4 kali dalam sepekan, dan hanya menghijau sekali, yakni pada Rabu (10/11).


Alhasil, dalam sepekan saham perusahaan yang didirikan pada 2003 ini melorot 12,86%. Sementara, sejak awal tahun ini (year to date/ytd) saham Tesla melonjak 43,60%.

"Saham Tesla telah merosot pasca rencana penjualan [saham Elon Musk] berdasarkan jajak pendapat Twitter minggu lalu. Dan tweet Musk pada hari Minggu yang mencemooh seorang politisi senior [Bernie Sanders] dapat menambah tekanan pada saham dalam beberapa minggu mendatang," kata Kunal Sawhney, CEO firma riset ekuitas Kalkine Group kepada Reuters, dikutip CNBC Indonesia, Selasa (16/11).

"Dengan melepas saham senilai miliaran dolar, Elon Musk kemungkinan akan dikenakan tagihan pajak sekitar US$ 15 miliar," imbuh Kunal.

Musk menjual 6,36 juta saham Tesla minggu lalu setelah ide itu muncul dalam jajak pendapat Twitter. Dia perlu melepas sekitar 10 juta lebih untuk memenuhi janjinya untuk menjual 10% kepemilikannya di perusahaan pembuat kendaraan listrik tersebut.

Sebelumnya, dipicu oleh animo tinggi di Wall Street untuk saham mobil listrik, saham Tesla telah melonjak lebih dari 140% dalam 12 bulan terakhir. Aksi jual baru-baru ini sempat membuat saham berada di level terendah sejak akhir Oktober.

Saham Pesaing Baru Tesla Melonjak

Berbeda nasib, saham produsen mobil listrik yang sebagian sahamnya dimiliki Amazon dan Ford, Rivian, terus melonjak sejak debut di bursa Nasdaq pada 10 Oktober 2021.

Pada hari pertama melantai, saham Rivian melesat 22,10%. Adapun sejak debut hingga penutupan Senin (15/11) ketika ditutup melejit 14,94% ke US$ 149,36/unit, saham Rivian sudah melonjak 91,49%.

Nilai kapitalisasi pasarnya (market cap) Rivian pun langsung menggeser sejumlah raksasa mobil terkenal. Pada Senin (15/11), market cap Rivian mencapai US$ 129,69 miliar. Nilai tersebut lebih besar dari market cap sang investor Ford Motor (US$ 79,37 miliar), General Motors (US$ 91,42 miliar), hingga Honda Motor (US$ 49,80 miliar).

Nilai market cap Rivian juga jauh melampaui saham calon produsen kendaraan listrik lainnya, seperti Nikola (US$ 5,55 miliar), Fisker (US$ 6,39 miliar), Lordstown Motor (US$ 1,12 miliar), dan Workhorse (US$ 1,09 miliar).

Memang, apabila dibandingkan dengan kapitalisasi pasar Tesla dan Toyota, Rivian masih berada di bawah. Market cap Tesla dan Toyota saat ini masing-masing sebesar US$ 1,02 triliun dan US$ 259,75 miliar.

Rivian Cetak Dana IPO Terbesar sejak Alibaba
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading