Internasional

Heboh Mobil Listrik Rivian IPO Rp 149 T, Bakal Saingi Tesla!

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
10 November 2021 13:40
Rivian/AP Photo/Paul Sancya

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan startup pembuat kendaraan mobil listrik (electric vehicle/EV) asal Amerika Serikat (AS) Rivian akan melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Nasdaq pada Rabu (10/11/2021) waktu AS.

Melansir Reuters, Rabu (10/11), dalam IPO ini, Rivian menerbitkan 135 juta saham dengan harga US$ 78/saham atau setara dengan Rp 1,11 juta (asumsi kurs Rp 14.200/US$). Angka tersebut berada di atas kisaran target perusahaan sebelumnya, yakni di rentang US$ 72 - US$ 74 per saham.

Dengan demikian, ujar seorang sumber kepada Reuters, pembuat mobil pikap listrik yang didukung Amazon dan Ford ini akan mengumpulkan dana IPO yang terbilang jumbo, yakni sekitar US$ 10,5 miliar atau setara dengan Rp 149,10 triliun.


Usai IPO ini, valuasi Rivian akan mencapai US$ 66,5 miliar atau senilai Rp 944,30 triliun. Nilai tersebut melampaui kapitalisasi pasar (market cap) Honda Motor yang senilai US$ 49,29 miliar, per perdagangan Selasa waktu AS.

Kemudian, valuasi Rivian juga hampir mendekati kapitalisasi pasar sang investor, Ford Motor (FM), yang mencapai US$ 80,40 miliar dan market cap General Motor (GM) senilai US$ 85,11 miliar.

Memang, apabila dibandingkan dengan perusahaan mobil listrik milik Elon Musk, Tesla, nilai kapitalisasi pasar Rivian masih jauh di bawah. Saat ini, nilai market cap Tesla mencapai US$ 1,03 triliun.

Berdasarkan prospektus IPO perusahaan, para penjamin emisi efek (underwriter) dalam IPO Rivian ini adalah Morgan Stanley, Goldman Sachs Group Inc. dan JPMorgan Chase & Co., bersama lebih dari 20 bank lainnya.

Seperti perusahaan kendaraan listrik lainnya, Rivian masih mencatatkan rugi yang tergolong besar karena membutuhkan biaya besar untuk menyiapkan dan menjalankan lini produksi serta masih minim penjualan.

Mengacu data prospektus, pada paruh pertama tahun ini, perusahaan membukukan rugi bersih US$ 994 juta, dibandingkan dengan rugi bersih US$ 377 juta pada periode yang sama tahun lalu. Sementara, pada tahun 2020, Rivian menanggung rugi bersih $ 1,02 miliar.

"Kami tidak mengharapkan keuntungan di masa mendatang karena kami berinvestasi dalam bisnis kami, membangun kapasitas dan meningkatkan operasi, dan kami tidak dapat meyakinkan Anda bahwa kami akan pernah mencapai atau dapat mempertahankan profitabilitas di masa depan. Bahkan jika kami berhasil mengembangkan kendaraan kami dan menarik pelanggan, tidak ada jaminan bahwa kami akan berhasil secara finansial," jelas Rivian dalam prospektus IPO, dikutip CNBC Indonesia, Rabu (10/11).

Sementara, menurut catatan New York Times pada 1 November 2021, Tesla juga sempat mengalami rugi US$ 56 juta pada 2009 sebelum go public pada pertengahan 2010. Baru pada tahun 2020 Tesla mencetak laba setahun penuh pertamanya.

Pasar EV memang sedang mengalami lonjakan permintaan secara global, seiring konsumen semakin sadar lingkungan dan mulai beralih ke kendaraan ramah lingkungan. Tesla menghasilkan rekor jumlah mobil di kuartal terakhir dan sedang membangun pabrik di seluruh dunia.

Sebelumnya, Tesla mengirimkan 241.300 mobil pada kuartal ketiga, mengalahkan perkiraan rata-rata untuk pengiriman sebesar 223.677 mobil dari 12 analis yang disurvei oleh Bloomberg dan juga melampaui proyeksi rata-rata 221.952 mobil yang dikirim Tesla kepada investor.

Asal tahu saja, Rivian yang didirikan pada 2009 silam baru saja berhasil membawa mobil pikap listrik R1T ke pasar konsumen pada September lalu.

Berdasarkan data prospektus, Per 31 Oktober 2021, Rivian memiliki sekitar 55.400 prapesan (preorder) untuk pickap R1T dan mobil SUV R1S di AS dan Kanada dari pelanggan yang masing-masing membayar deposit yang dapat dibatalkan dan dapat dikembalikan sepenuhnya sebesar US$ 1.000.

Salah satu pemegang saham utama Rivian, e-commerce raksasa Amazon baru-baru ini mengungkapkan, telah memesan 100.000 mobil van EV Rivian sebagai bagian dari upaya untuk mengurangi jejak karbonnya.

Menurut catatan New York Times, Rivian mendapatkan investasi lebih dari $10 miliar dari Amazon, Ford Motor dan beberapa perusahaan Wall Street.

Dalam prospektus IPO, Amazon tercatat telah menanamkan dana US$ 1,35 miliar ke Rivian melalui investasi saham dan US$ 490 juta dengan membeli surat utang yang dijual pada bulan Juli lalu. Adapun, investasi Ford berjumlah US$1,24 miliar, sedangkan T. Rowe Price, perusahaan reksa dana, telah menginvestasikan US$ 2,6 miliar.

Lebih lanjut, menurut penjelasan prospektus, Amazon menggenggam 22,4% dari total saham perusahaan sebelum IPO atau 17,3% setelah IPO. Kemudian, Ford Motor menggenggam 11,1% setelah IPO dilakukan.

Adapun, porsi saham dari fund dan rekening tertentu yang dikelola oleh T. Rowe Price Associates mencapai 14,5%. Selain itu, Global Oryx Company Limited dan Manheim Investments, Inc, masing-masing menggenggam 12,2% dan 4,3% setelah masa IPO.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bos BEKS Buka-bukaan Soal Rencana Bank Digital dengan Amazon


(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading