Alert! Rugi Jasindo Q3 Sentuh Rp 185 M, Rasio Modal Menipis

Market - Feri Sandria, CNBC Indonesia
10 November 2021 13:53
Asuransi Jasindo. Ist

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan BUMN yang bergerak di bidang asuransi jasa, PT Asuransi Jasa Indonesia atau disingkat Asuransi Jasindo, melaporkan kerugian komprehensif Rp 184,78 miliar pada akhir kuartal ketiga tahun 2021 atau per September 2021.

Kerugian yang dialami sedikit membaik atau berkurang 40,33% dari periode yang sama tahun lalu, di mana rugi perusahaan mencapai Rp 309,68 miliar.

Turunnya rugi Jasindo salah satunya didorong oleh meningkatnya pendapatan premi dalam 9 bulan pertama tahun ini sebesar 9,74% menjadi Rp 3,31 triliun, dari semula sejumlah Rp 3,02 triliun pada akhir September tahun 2020.


Akan tetapi meningkatnya premi reasuransi yang harus dibayarkan, menjadikan pendapatan neto perusahaan turun tipis dari tahun lalu sebesar Rp 1,29 triliun, kini menjadi Rp 1,28 triliun.

Selain itu membaiknya kinerja Jasindo juga dikarenakan turunnya beban klaim neto yang harus dibayarkan perusahaan menjadi Rp 1,11 triliun dari tahun lalu yang mencapai Rp 1,31 miliar.

Jumlah beban usaha perusahaan yang tergabung dalam Indonesia Financial Group (IFG) juga turun menjadi Rp 300,30 miliar dari akhir kuartal ketiga tahun lalu sebesar Rp 327,85 miliar.

Alhasil setelah menambahkan pendapatan dan mengurangi beban underwriting dan lainnya, Jasindo mencatatkan kerugian usaha asuransi sebesar Rp 181,20 miliar. Angka tersebut jauh membaik dari periode yang sama tahun lalu yang nilainya mencapai Rp 400,38 miliar.

Lapkeu Jasindo Q3/2021Foto: Lapkeu Jasindo Q3/2021
Lapkeu Jasindo Q3/2021

Jumlah aset Jasindo hingga akhir kuartal tiga tercatat naik menjadi Rp 14,40 miliar, Aset tersebut terbagi menjadi investasi yang tercatat naik menjadi Rp 3,98 triliun dan aset bukan investasi yang juga mengalami kenaikan menjadi Rp 10,41 triliun.

Investasi terbesar Jasindo berupa berjangka yang mengalami kenaikan menjadi Rp 2,01 triliun. Sementara itu komponen terbesar aset Jasindo merupakan bagian dari aset bukan investasi yakni aset reasuransi yang nilainya juga meningkat menjadi Rp 5,92 triliun.

Liabilitas Jasindo juga mengalami peningkatan menjadi Rp 11,77 triliun dari semula Rp 10,06 triliun. Liabilitas ini terdiri dari utang sebesar Rp 3,28 triliun dan jumlah cadangan teknis sebesar Rp 8,48 triliun, yang di dalamnya termasuk cadangan atas klaim sebesar Rp 6,47 triliun.

Ekuitas perusahaan tercatat turun menjadi Rp 2,63 triliun dari semula Rp 2,89 triliun.

Rasio kecukupan investasi perusahaan tercatat turun menjadi 137,08% dari semula 151,14%, dengan rasio likuiditas juga ikut mengalami pengurangan tipis menjadi 153,63% dari semula 155,11%.

Adapun rasio pencapaian pemenuhan tingkat solvabilitas tercatat hanya 121,39% atau turun dari posisi kuartal III/2020 yang mencapai 164,45%.

Lapkeu Jasindo Q3/2021Foto: Lapkeu Jasindo Q3/2021
Lapkeu Jasindo Q3/2021

Rasio solvabilitas atau RBC (risk base capital) tersebut sangat tipis dari ketentuan ambang batas yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yakni  minimal sebesar 120%. RBC adalah rasio modal perusahaan asuransi dibandingkan dengan nilai risiko yang dihadapinya.

Sebagai perbandingan, di kuartal I-2021, RBC Jasindo juga tercatat hanya 121,75% atau turun dari posisi kuartal I/2020 yang mencapai 213,35%.

Sementara itu, di kuartal II/2021, RBC Jasindo mencapai 123,89% atau turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 172,11%.

Sebelumnya, IFG, sebagai induk Jasindo juga sudah mengambilalih kepemilikan 10% saham Jasindo di PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia (Mandiri Inhealth).

Dengan demikian, IFG memiliki 10% saham Mandiri InHealth menggantikan Jasindo, bersama dengan pemegang saham lainnya adalah PT Kimia Farma Tbk (KAEF) sebesar 10% dan 80% dimiliki PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).

IFG adalah Holding BUMN Perasuransian dan Penjaminan yang dibentuk oleh Kementerian BUMN di bawah kepemimpinan Menteri Erick Thohir. Anggotanya yakni PT Jasa Raharja, PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), Jasindo, dan PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo).

Lainnya yakni PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life), PT Bahana Sekuritas, PT Bahana TCW Investment Management, PT Bahana Artha Ventura, PT Bahana Kapital Investa dan PT Graha Niaga Tata Utama


[Gambas:Video CNBC]

(fsd/fsd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading