Mandiri Geber Investasi Via Modal Ventura Hingga Siap IPO

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
28 October 2021 19:43
Paparan publik kinerja Bank Mandiri 28 Oktober 2021, dok BMRI

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) membuka peluang untuk mendanai perusahaan rintisan (startup) dalam negeri yang memiliki prospek bisnis jangka panjang hingga bisa melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO).

Hal ini dilakukan melalui anak usahanya Mandiri Capital Indonesia (MCI).

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan MCI tidak hanya berfokus pada valuasi perusahaan, tetapi juga yang bisa memberikan operating cashflow dari pengelolaan portofolionya.

"Kalau dilihat perusahaan startup, akan dorong MCI lebih kepada tidak hanya investasi tapi juga mendorong pemain baru, Artinya melihat peluang tersebut untuk inisiatif yang dilakukan generasi baru terutama anak Indonesia dimana operasional bisnis di Indonesia dan memiliki rencana untuk IPO di bursa kita, itu akan jadi fokus ke depan," kata Darmawan dalam konferensi pers kinerja Bank Mandiri kuartal III-2021, Kamis (28/10/2021).

MCI merupakan perusahaan modal ventura (venture capital/VC) yang berfokus pada pembiayaan kepada teknologi finansial. Targetnya adalah menjembatani perusahaan tersebut pada Bank Mandiri sebagai pawai di bidang keuangan dengan jaringan pedagang dan pelanggan yang luar biasa.

Beberapa portofolio MCI seperti LinkAja, Investree, GoTo, Bukalapak, dan Amartha.

Sebelumnya, Direktur Utama Mandiri Capital, Eddi Danusaputro mengatakan sektor apa yang menarik investor VC salah satunya adalah financial technology atau fintech yang masih jadi primadona dan terus diminati.

Termasuk adalah sub kategori dari fintech yakni wealth management. Selain itu juga e-commerce atau new retail yang datangnya juga bisa dari media sosial.

"Ketiga logistik, di Indonesia dengan luasnya Indonesia ada laut darat udara transportasi. Banyak problem opportunity startup yang main di logistik terus diminati," kata dia dalam program Profit CNBC Indonesia, Selasa (5/10/2021).

Selain itu juga menarik adalah education technology, health technology, dan food tech. Sementara itu sektor pertanian juga selalu jadi perhatian untuk pendanaan. Misalnya membantu dari teknologi, modal hingga marketplace yakni membeli hasil panennya.

Saat ditanya soal proyeksi startup 10 tahun ke depan, dia berharap jangan hanya jago di kandang saja. Namun juga harus melirik pasar di luar negeri.

Hal ini menurutnya berlaku baik untuk startup unicorn maupun calon unicorn. Pasar yang bisa dituju oleh startup adalah yang juga mirip dengan Indonesia.



[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ada Layanan Digital Baru Nih: Mandiri Smart Account


(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading