Sempat Pede, IHSG Jatuh di Zona Hijau, Asing Masuk Rp 3 T

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
25 October 2021 15:51
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (6/10/2021).  Indeks Harga Saham Gabungan berhasil mempertahankan reli dan ditutup terapresiasi 2,06% di level 6.417 pada perdagangan Rabu (06/10/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Senin (25/10/2021) awal pekan ini, setelah sempat diperdagangkan di zona hijau pada sesi I hari ini.

Indeks bursa saham acuan nasional tersebut ditutup melemah 0,27% ke level 6.625,697. Pada perdagangan sesi I hari ini, IHSG sempat ditutup menguat 0,5% ke level 6.655,82. Namun sekitar pukul 14:00 WIB, IHSG berbalik kembali ke zona merah hingga penutupan perdagangan hari ini.

Data perdagangan mencatat nilai transaksi hari ini kembali menurun menjadi Rp 15,4 triliun. Sebanyak 255 saham menguat, 265 saham melemah dan 143 lainnya stagnan.


Investor asing tercatat masih melakukan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp 2,95 triliun di seluruh pasar, dengan rincian sebesar Rp 72,71 miliar di pasar reguler dan sebanyak Rp 2,88 triliun di pasar tunai dan negosiasi.

Investor asing melakukan pembelian bersih di saham PT Bank Central Indonesia Tbk (BBCA) sebesar Rp 126 miliar. Selain di saham BBCA, asing juga tercatat kembali mengoleksi saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 119 miliar.

Dari pergerakan sahamnya, saham BBCA ditutup stagnan di level harga Rp 7.525/unit, sedangkan saham BMRI berakhir merosot 1,04% ke level harga Rp 7.125/unit.

Sementara penjualan bersih dilakukan asing di saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang dilepas sebesar Rp 64 miliar dan di saham PT Astra International Tbk (ASII) sebesar Rp 63 miliar.

Saham UNVR ditutup ambles 5,57% ke level Rp 4.580/unit, sedangkan saham ASII ditutup ambrol 2,02% ke posisi harga Rp 6.050/unit.

Koreksi IHSG pada penutupan perdagangan hari ini sepertinya masih disebabkan oleh aksi jual (profit taking) investor yang masih berlangsung hingga hari ini. Padahal, sentimen yang mewarnai perdagangan hari ini cenderung positif.

Di pasar negosiasi ada aksi beli Rp 3 triliun atas saham emiten rumah sakit, PT Metro Healthcare Indonesia Tbk (CARE).

Dari dalam negeri, Satuan Tugas (satgas) penanganan Covid-19 pada Minggu (25/10/2021) melaporkan penambahan kasus baru 623 kasus, terendah sejak 4 Juni tahun lalu. Penambahan kasus selalu di bawah 1.000 orang per hari sejak 15 Juni lalu.

Sedangkan kasus aktif dilaporkan sebanyak 14.360 orang, berkurang 443 kasus dibandingkan Sabtu (23/10/2021) lalu. Kasus aktif tersebut menjadi yang terendah sejak 22 Mei 2020. Rasio temuan kasus positif terhadap jumlah tes (positivity rate) berada di angka 0,46%.

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menetapkan batasan positivity rate maksimal 5% agar bisa dikatakan pandemi terkendali. Sekarang Indonesia sudah jauh di bawah 5%, sehingga sudah masuk kategori terkendali.

Sementara itu dari luar negeri, perkembangan terbaru kasus Evergrande di China juga cenderung positif, di mana raksasa properti tersebut menyatakan bahwa pihaknya telah memulai pengerjaan 10 proyek di 6 kota besar di China, termasuk Shenzhen.

Perusahaan yang memikul utang senilai US$ 300 miliar ini belum menginformasikan ke publik, berapa proyek yang dihentikannya. Saat ini, total proyek perseroan mencapai 1.300 proyek di seluruh China.

Pekan lalu, pasar global bernafas lega setelah perseroan membayar kewajiban bunga kepada pemegang obligasinya (berdenominasi dolar AS). Hanya saja, belum ada langkah pemangkasan utang yang berarti.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading