Rugi 6 Tahun, Bank Jago Catat Laba Rp 14 M di Q3 2021

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
22 October 2021 08:15
Bank Jago. Dok: Bank Jago

Jakarta, CNBC IndonesiaPT Bank Jago Tbk (ARTO) akhirnya berhasil mencatatkan laba bersih Rp 14 miliar pada kuartal ketiga tahun ini, setelah enam tahun terakhir mencatatkan kerugian bersih. Namun demikian, dalam tahun berjalan perusahaan masih mencatatkan kerugian bersih.

Direktur Utama Bank Jago Kharim Siregar mengatakan pencapaian di kuartal III-2021 ini ditopang oleh pertumbuhan kredit yang solid, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) di level sangat rendah dan efisiensi biaya dana berkat peningkatan dana murah (current account saving account/CASA).


"Meski laba tahun berjalan masih negatif, kami tetap bersyukur atas pencapaian ini. Kami optimistis kinerja kami di masa mendatang akan terus membaik dan Jago akan menjadi bank digital yang profitable serta mampu untuk tumbuh secara berkelanjutan," kata Kharim dalam siaran persnya, Jumat (22/10/2021).

Dia menjelaskan, nilai penyaluran kredit mencapai Rp 3,73 triliun sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Angka ini melonjak 502% secara tahunan (year on year/YoY) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan bunga meningkat 478% menjadi Rp 355 miliar. Sedangkan beban bunga naik 104% menjadi Rp 38 miliar.

Dengan demikian pendapatan bunga bersih mencapai Rp 318 miliar atau tumbuh 640%. Net interest margin (NIM) kini berada di angka 6,1%, lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu sebesar 4,4%.

Adapun rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) yang berada di level 0,6%. Hal ini bisa dicapai dengan pola kerjasama pembiayaan (partnership lending) yang ekspansif namun dengan pengelolaan risiko yang lebih terkendali dengan sejumlah fintech lending, multifinance dan institusi keuangan lain berbasis digital.

Dari sisi dana pihak ketiga nilainya mencapai mencapai Rp2,54 triliun, tumbuh 564%. Dari nilai ini, dana murah atau CASA sebanyak Rp 985 miliar, melonjak 1.031%. Sedangkan deposito senilai Rp 1,6 triliun, meningkat 427%.

Kharim menjelaskan, proporsi CASA terus membaik. Sebagai pembanding, porsi CASA pada September 2021 mencapai 38,72%, jauh lebih tinggi dibandingkan posisi yang sama tahun lalu sebesar 22,74%, atau posisi akhir Juni sebesar 30,21%.

Pada kurun waktu yang sama, porsi deposito terhadap DPK telah menyusut dari 77,26% menjadi 69,79% dan kini 61,3%

"Porsi CASA yang terus membesar ini mempengaruhi struktur biaya dana sehingga berdampak positif pada perolehan margin. Peningkatan dana murah ini juga menunjukkan tingkat penerimaan publik yang semakin baik terhadap aplikasi Jago," terangnya.

Sementara itu, aset Jago mencapai Rp11 triliun per akhir September 2021, tumbuh 536%. Adapun permodalan mencapai Rp8 triliun, sangat solid untuk menunjang ekspansi dan rencana bisnis Jago ke depan.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading