Mau Tahu? Ini Sederet Saham yang Diborong Asing Hari Ini

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
21 October 2021 17:55
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (6/10/2021).  Indeks Harga Saham Gabungan berhasil mempertahankan reli dan ditutup terapresiasi 2,06% di level 6.417 pada perdagangan Rabu (06/10/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah pada perdagangan Kamis (21/10/2021), menyusul berlanjutnya aksi jual investor usai libur nasional kemarin.

Indeks bursa saham acuan Tanah Air tersebut ditutup melemah 0,35% ke level 6.632,97. Pada awal perdagangan sesi I, IHSG sempat dibuka menguat. Namun selang sekitar 30 menit setelah dibuka, IHSG langsung kembali ke zona merah dan hingga perdagangan hari ini berakhir, IHSG tak kunjung kembali ke zona hijau.

Data perdagangan mencatat nilai transaksi hari ini kembali meningkat menjadi Rp 20,3 triliun. Investor asing tercatat masih melakukan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp 587 miliar di pasar reguler. Sebanyak 188 saham menguat, 347 saham melemah, dan 127 lainnya mendatar.


Pada hari ini, asing tercatat masih mengoleksi saham bank berkapitalisasi pasar terbesar (big cap) kedua, yakni saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) hingga mencapai Rp 219 miliar.

Selain BBRI, asing juga tercatat mengoleksi saham big cap lainnya, yakni saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp 201 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebanyak Rp 145 miliar, dan PT Bank Jago Tbk (ARTO) yang mencapai Rp 119 miliar.

Asing juga tercatat mengoleksi dua saham emiten batu bara yakni PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).

Berikut saham-saham yang dikoleksi oleh investor asing pada hari ini.

Net Buy Asing

Sementara itu dari penjualan bersih, asing tercatat kembali melepas saham big cap terjumbo di RI, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 177 miliar.

Selain saham BBCA, asing juga tercatat melepas saham big cap lainnya, yakni saham PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

Asing juga melepas saham e-commerce PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), saham emiten menara telekomunikasi PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), dan saham emiten gas negara PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).

Adapun saham-saham yang dilepas oleh investor asing pada hari ini adalah:

Net Sell Asing

Untuk perdagangan hari ini, sebenarnya masih ada sejumlah kabar baik dari dalam maupun luar negeri. Namun IHSG harus kandas karena sudah naik cukup signifikan di sepanjang Oktober.

Dari luar negeri, ada kabar dari Wall Street yang ditutup variatif dini hari tadi waktu Indonesia. Indeks Dow Jones dan S&P 500 menguat 0,43% dan 0,37% sedangkan Nasdaq Composite justru melemah tipis 0,05%.

Sentimen kedua datang dari Eropa, dimana Inggris melaporkan data inflasi di bulan September tumbuh lebih rendah dari bulan sebelumnya dan juga lebih rendah dari perkiraan analis.

Selanjutnya sentimen ketiga datang dari China, dimana perusahaan properti dengan utang terbesar di dunia, China Evergrande dikabarkan telah membayar kupon obligasi dalam negeri yang jatuh tempo pada hari Selasa (19/10/2021) lalu.

Sementara itu dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) dalam pengumuman kebijakan moneter kemarin memperkirakan transaksi berjalan di kuartal III-2021 akan mengalami surplus. Sehingga bisa memperkuat fundamental Indonesia.

Kenaikan yang terlalu tinggi memang membuka peluang para trader untuk mencairkan cuannya alias mengambil aksi ambil untung (profit taking). Bagaimanapun juga koreksi IHSG hari ini masih dalam taraf yang wajar.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading