Data Ekonomi Jelek, Investor Malah Borong Saham! Lha?

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
20 October 2021 05:59
Markets Wall Street. (AP/Courtney Crow)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Amerika Serikat (AS) finis di jalur hijau pada perdagangan hari ini. Data ekonomi terbaru di Negeri Paman Sam yang mengecewakan malah membuat investor bersemangat berburu saham. Lho, kok bisa?

Pada Rabu (20/10/2021) dini hari waktu Indonesia, tiga indeks utama di Wall Street seluruhnya ditutup menguat. Dow Jones Industrial Average (DJIA), S&P 500, dan Nasdaq Composite bertambah masing-masing 0,57%, 0,74%, dan 0,71%.


US Census Bureau mengumumkan data pembangunan rumah baru (housing starts) periode September 2021. Hasilnya, terdapat 1,55 juta unit rumah yang terbangun bulan lalu. Turun 1,6% dibandingkan Agustus 2021 sekaligus jadi yang terendah sejak April 2021.

Data ini memberi konfirmasi bahwa perekonomian AS belum pulih betul dari hantaman pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19). Dengan begitu, ada harapan bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) akan 'bermurah hati' dengan tetap memberikan stimulus.

Pasar punya ekspektasi kuat bahwa Ketua Jerome 'Jay' Powell dan kolega akan mulai mengurangi besaran pembelian aset (tapering off) pada November 2021 atau bulan depan. Namun dengan rilis data housing starts, ada harapan The Fed bisa menunda tapering. Atau paling tidak pengurangan 'dosis' tidak terlampau besar.

Apabila harapan ini terwujud, maka pasokan likuiditas tetap akan 'banjir'. Likuiditas yang mengalir deras ini akan menciptakan mentalitas beli, beli, dan beli. Termasuk untuk aset berisiko seperti saham.

TIM RISET CNBC INDONESIA


(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading