Dow Futures Lanjut Menguat di Tengah Rilis Kinerja Keuangan

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
19 October 2021 20:18
Trader Timothy Nick works in his booth on the floor of the New York Stock Exchange, Thursday, Jan. 9, 2020. Stocks are opening broadly higher on Wall Street as traders welcome news that China's top trade official will head to Washington next week to sign a preliminary trade deal with the U.S. (AP Photo/Richard Drew)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kontrak berjangka (futures) indeks bursa Amerika Serikat (AS) naik pada perdagangan Selasa (19/10/2021), setelah mayoritas perusahaan terus melaporkan laba bersih yang kuat sehingga mengurangi kecemasan seputar kenaikan kasus Covid-19.

Kontrak futures indeks Dow Jones Industrial Average menguat 128 poin (+0,4%) dari nilai wajarnya, Kontrak serupa indeks S&P 500 dan Nasdaq kompak menguat masing-masing sebesar 0,4% dan 0,3%. Baik Dow Jones maupun S&P 500 terpaut hanya 1% dari rekor tertingginya.

Procter & Gamble melaporkan kinerja kuartal III-2021 yang melampaui ekspektasi, tetapi harga sahamnya melemah sekitar 2% di sesi pra-pembukaan. Raksasa produk konsumer tersebut menaikkan harga untuk mengatasi dampak kenaikan harga komoditas dan biaya pengapalan.


Sebaliknya, saham Walmart melompat 2% setelah Goldman Sachs memasukkan perseroan ke dalam daftar belanjaan sahamnya, sembari memperkirakan bahwa harga saham perseroan bisa meroket hingga 40%.

Per hari ini, 82% dari konstituen indeks S&P 500 yang telah merilis kinerja keuangannya, menurut FactSet sukses melibas ekspektasi pasar. Pertumbuhan laba bersih mereka diprediksi sebesar 30%.

"Sektor keuangan mengawali musim laporan keuangan dengan awalan bagus, tapi kita harus jujur bahwa persoalan rantai pasokan dan Covid-19 masih akan menekan mereka. Akan sangat menarik melihat bagaimana pelaku industri di sektor lain menilai pemulihan ekonomi," tutur Kepala Perencana Pasar LPL Financial Ryan Detrick, seperti dikutip CNBC International.

Netflix dan United Airlines akan menyusul, merilis kinerja keuangan. Pada kuartal II kemarin, perseroan mencatatkan tambahan pelanggan berbayar sebanyak 3,5 juta atau di bawah ekspektasi analis dalam polling StreetAccount sebanyak 3,84.

Analis pun memperkirakan pertumbuhan pelanggan berbayar akan mencapai 8,5 juta pada akhir tahun, atau menjadi yang tertinggi sejak 2019. Saham Netflix melemah dalam enam kali dari tujuh rilis laporan keuangannya akhir-akhir ini.

Pada Senin, indeks S&P 500 dan Nasdaq menguat masing-masing sebesar 0,34% dan 0,84% ditopang saham Facebook, Amazon, Apple, Netflix dan Alphabet (induk usaha Google). Namun, Dow Jones Industrial Average turun 36 poin, menyusul koreksi saham Disney sebesar 3%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading