BI: Krisis Evergrande China Tak Efek ke Industri Properti RI

Market - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
19 October 2021 20:38
Vehicles drive past unfinished residential buildings from the Evergrande Oasis, a housing complex developed by Evergrande Group, in Luoyang, China September 16, 2021. Picture taken September 16, 2021. REUTERS/Carlos Garcia Rawlins

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan, ancaman gagal bayar utang yang dialami oleh pengembang properti terbesar China, Evergrande tidak berdampak kepada industri properti di Indonesia.

"Assessment kami, kondisi properti (di Indonesia) masih jauh dari yang dikatakan boom atau bubble. Karena ketersediaan supply jauh lebih besar dari kenaikan permintaan," jelas Perry dalam konferensi pers, Selasa (19/10/2021).

Kendati demikian, kata Perry saat ini permintaan properti terus tumbuh, terlihat dari kredit kepemilikan rumah (KPR) yang tumbuh 8,67% per September 2021.


"Jadi kredit KPR naik lebih tinggi, demikian juga kredit kepada UMKM 2,97%, ini menunjukkan sektor-sektor itu terus tumbuh," ujarnya.

"Tapi, kondisi properti pasokannya jauh lebih besar dari permintaan," kata Perry melanjutkan.

Meskipun, Evergrande tidak berdampak negatif terhadap sektor properti di Indonesia secara keseluruhan, namun ada pengaruhnya terhadap kondisi pasar keuangan, terutama pada surat berharga negara (SBN) dan pasar saham tanah air, namun saat ini sudah kembali pulih.

Setelah terjadinya fenomena Evergrande, aliran modal asing baik dari penanaman modal asing maupun investasi portofolio kembali pulih.

Pada Kuartal III-2021, aliran investasi portofolio mencatat net inflows sebesar US$ 1,3 miliar. Aliran investasi portofolio tersebut terus berlanjut dari tanggal 1 Oktober 2021 hingga 15 Oktober 2021 dengan mencatat inflows sebesar US$ 0,2 miliar.

Untuk diketahui, efek yang ditimbulkan dari potensi gagal bayar Evergrande menyebabkan penurunan kekayaan dari sejumlah investor besar properti di China. Tercatat, semenjak diterpa kabar tersebut, saham Evergrande sudah rontok 17%.

Lembaga pemeringkat S&P menurunkan peringkat utang Evergrande dari CC menjadi CCC dengan outlook negatif. Fitch, lembaga pemeringkat lainnya, juga menurunkan rating Evergrande dari CC menjadi CCC+.

Menurut Fitch, utang Evergrande kepada perbankan dan lembaga keuangan lainnya adalah CNY 572 miliar. Selain itu, bank juga memberi pinjaman kepada para supplier Evergrande senilai CNY 667 miliar.

Proyeksi CAD Indonesia

BI menurunkan proyeksi defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) tahun ini menjadi 0% sampai 0,8%, dari sebelumnya 0,6% - 1,4% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Perry Warjiyo mengungkapkan, CAD sangat berkaitan dengan kondisi perekonomian saat ini, bagaimana dengan membandingkan permintaan dan penawaran.

"Di Indonesia, karena ekspor kita tinggi terutama dari komoditas dan manufaktur. Memang permintaan naik, namun dari output potensialnya masih relatif rendah. Itu yang menyebabkan CAD rendah," jelas Perry.

Oleh karena itu neraca pembayaran Indonesia diperkirakan tetap baik. Di tahun depan permintaan akan naik, namun kondisi penawaran secara agregat, kata Perry masih memadai.

Adapun, tahun ini pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 akan berada pada kisaran 3,5% hingga 4,3%, dan tahun depan akan lebih tinggi lagi. Namun, diperkirakan CAD masih akan rendah.

"Karenanya CAD di tahun depan masih rendah. Kita perlu lihat di 2023 maupun 2024, itu lah yang kita sebut siklus ekonomi," jelas Perry.

"Tahun depan, CAD juga masih rendah, meskipun pertumbuhan meningkat, tapi permintaan masih rendah dari kapasitas produksi atau output nasional," kata Perry melanjutkan.

Seperti diketahui, transaksi berjalan triwulan III 2021 diperkirakan kembali mencatat surplus, didorong oleh surplus neraca perdagangan yang meningkat menjadi US$ 13,2 miliar, tertinggi sejak Kuartal IV-2009.

Kinerja tersebut didukung peningkatan ekspor komoditas utama seperti CPO, batubara, kimia organik, dan bijih logam, di tengah kenaikan impor terutama bahan baku seiring perbaikan ekonomi domestik. 


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading