Kurs Dolar Australia Melesat ke Rp 10.500, Ada Apa?

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
19 October 2021 11:52
Ilustrasi dolar Australia (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Berbeda dengan dolar Amerika Serikat dan dolar Singapura yang melemah di hadapan rupiah hari ini, dolar Australia justru naik tajam. Mata Uang Negeri Kanguru ini bahkan sempat menyentuh Rp 10.500/AU$.

Pada pukul 11:27 WIB, AU$ 1 setara Rp 10.491,51, dolar Australia menguat 0,38% di pasar spot, melansir data Refinitiv. Sebelumnya, di awal perdagangan dolar Australia sempat menguat 0,47% ke Rp 10.501,17/AU$.

Dolar Australia yang dianggap mata uang komoditas dalam beberapa hari terakhir memang sedang dalam tren menanjak. Sebabnya, harga komoditas yang sedang naik gila-gilaan, sebagai mata uang komoditas, dolar Australia ikut terangkat.


Rilis notula rapat kebijakan moneter bank sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) yang tetap dovish masih belum membuat dolar Australia goyah.

Dalam notula yang dirilis pagi ini, RBA sekali lagi menegaskan melihat kondisi saat ini, suku bunga tidak akan dinaikkan hingga tahun 2024. Selain itu RBA melihat perekonomian Australia akan menguat lagi di kuartal ini setelah mengalami tekanan akibat lockdown di kuartal III-2021.

Memasuki kuartal IV-2021, lockdwon di Sydney sudah dicabut. Kota terbesar di Australia tersebut sudah mengalami lockdown hampir selama 4 bulan.

Cafe, tempat olah raga, hingga restoran sudah dibuka kembali, dan menerima pelanggan dengan syarat sudah vaksinasi penuh. Pemerintah Australia kini bertujuan untuk hidup bersama virus corona.

"Saya melihat ini adalah hari kebebasan, ini adalah hari kebebasan," kata perdana menteri Negara Bagian New South Wales, Dominic Perrottet kepada wartawan di ibu kotanya, Sydney, sebagaimana dilansir Reuters.

RBA kini melihat, perekonomian Australia bisa kembali ke level sebelum pandemi Covid-19 pada semester I-2022. Meski sekali lagi menegaskan, suku bunga tidak akan dinaikkan sebelumnya 2024, atau sebelum inflasi mencapai target 2% sampai 3%.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

China Melambat, Kurs Dolar Australia Turun ke Bawah Rp 11.000


(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading