Erick ke Bos BUMN Pangan: Gak Ikut Transformasi, Saya Copot!

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
19 October 2021 10:27
Menteri BUMN Erick Thohir Saat Groundbreaking Pembangunan Smelter PT Freeport Indonesia, KEK Gresik, 12 Oktober 2021. (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir secara tegas kembali mengatakan kepada jajaran manajemen BUMN, khususnya BUMN pangan, untuk melakukan transformasi.

Jika transformasi tidak dilakukan, maka dia tidak akan segan-segan untuk merombak manajemen perusahaan.

Erick mengungkapkan, penggantian manajemen ini sudah terjadi di banyak BUMN. Bukan berdasarkan pada suka atau tidak suka alias subjektif terhadap manajemen sebelumnya, namun karena tidak terjadinya transformasi di perusahaan tersebut.


"Saya akan sangat serius memantau pangan satu tahun ke depan, dan mohon maaf yang tidak ikut transformasi pastinya akan saya bongkar, akan saya ganti, dan ini sudah terjadi di banyak BUMN," kata Erick dalam Grand Launching Produk Pangan dan Non Pangan BUMN secara virtual, Selasa (19/10/2021).

"Jadi ga kaleng-kalengan ngomongnya, saya pastikan saya ganti. Tetapi bukan karena suka dan tidak suka," kata pendiri Mahaka Media ini.

Dia mencontohkan, dari 20 direksi BUMN yang mendapatkan undangan untuk bertemu langsung dengan presiden, sebanyak 30%-40%-nya merupakan direksi perusahaan yang lama dan tidak diganti karena menurutnya memberikan kinerja yang positif.

"Dari 20 [perusahaan], 34-40% leadership yang dipilih oleh menteri sebelumnya, tidak saya ubah. Karena kita me-manage sesuatu itu bukan karena suka dan tidak suka, tetapi apa, hasilnya yang saya lihat, hasilnya," tegas Erick.

Selain itu dia juga menekankan kembali mengenai pentingnya transformasi yang dilakukan, terlebih dengan didapatkannya pujian langsung dari presiden berkat pencapaiannya yang baik.

Transformasi ini telah berdampak positif kepada perusahaan pelat merah, dimulai dari kontribusi BUMN selama pandemi Covid-19 yang mencapai Rp 377 triliun.

Selain itu, dari sisi kinerja, telah terbukti dengan transformasi yang dilakukan bisa mendorong kinerja keuangan BUMN membaik kendati pandemi masih terjadi. Seperti pendapatan BUMN yang bisa bertumbuh menjadi Rp 96 triliun.

Selain itu laba bersih di semester I-2020 lalu sebesar Rp 6 triliun, sedangkan pada semester pertama tahun ini bisa mencapai 26 triliun.

"Karena apa, transformasi, efisiensi dan kita pastikan kita ikutin satu per satu," tandasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading