Top! Reli Berlanjut, Saham Properti Sedang Naik Daun

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
19 October 2021 10:22
Awal Desember 2017, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat capaian Program Satu Juta Rumah sebanyak 765.120 unit rumah, didominasi oleh pembangunan rumah bagi  masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebesar 70 persen, atau sebanyak 619.868 unit, sementara rumah non-MBR yang terbangun sebesar 30 persen, sebanyak 145.252 unit.
Program Satu Juta Rumah yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo, sekitar 20 persen merupakan rumah yang dibangun oleh Kementerian PUPR berupa rusunawa, rumah khusus, rumah swadaya maupun bantuan stimulan prasarana dan utilitas (PSU), 30 persen lainnya dibangun oleh pengembang perumahan subsidi yang mendapatkan fasilitas KPR FLPP, subsisdi selisih bunga dan bantuan uang muka. Selebihnya dipenuhi melalui pembangunan rumah non subsidi oleh pengembang.
Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah mengungkapkan, rumah tapak masih digemari kelas menengah ke bawah.
Kontribusi serapan properti oleh masyarakat menengah ke bawah terhadap total penjualan properti mencapai 70%.
Serapan sebesar 200.000 unit ini, akan terus meningkat pada tahun 2018 menjadi 250.000 unit.

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham-saham emiten properti cenderung kembali menguat pada awal perdagangan Selasa (19/10/2021), melanjutkan kenaikan pada perdagangan sebelumnya.

Berikut kenaikan saham-saham properti, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.51 WIB.

  1. Fortune Mate Indonesia (FMII), saham +15,69%, ke Rp 590/saham


  2. PP Properti (PPRO), +4,00%, ke Rp 78/saham

  3. Metropolitan Land (MTLA), +3,41%, ke Rp 364/saham

  4. Andalan Sakti Primaindo (ASPI), +3,28%, ke Rp 63/saham

  5. Bekasi Asri Pemula (BAPA), +1,89%, ke Rp 54/saham

  6. Lippo Karawaci (LPKR), +1,86%, ke Rp 164/saham

  7. Royalindo Investa Wijaya (INDO), +1,19%, ke Rp 170/saham

  8. Agung Podomoro Land (APLN), +0,67%, ke Rp 151/saham

  9. Pollux Properti Indonesia (POLL), +0,65%, ke Rp 3.110/saham

  10. Lippo Cikarang (LPCK), +0,48%, ke Rp 1.040/saham

Menurut data di atas, saham FMII memimpin 'klasemen' dengan kenaikan 15,69% ke Rp 590/saham, melanjutkan lonjakan 25,00% pada perdagangan Senin kemarin. Dalam sepekan, saham FMII melesat 47,50%, sedangkan dalam sebulan melejit 39,15%.

Kedua, saham PPRO naik 4,00% ke Rp 78/saham. Dalam seminggu saham ini terkerek 4,00%, sedangkan dalam sebulan naik 6,85%.

Di bawah PPRO, saham MTLA juga mencuat 3,41% ke Rp 364/saham. Saham MTLA sudah naik 2,23% dalam sepekan, sementara dalam sebulan terakhir bertambah 7,02%.

Keempat, saham ASPI menguat 3,28% ke Rp 63/saham. Dalam seminggu saham ini terapresiasi 4,76%, sedangkan dalam sebulan melesat 20,00%.

Sentimen pasar yang ikut mendorong kinerja saham properti akhir-akhir ini, mulai dari tanda mulai membaiknya kinerja emiten, semakin gencarnya vaksinasi masyarakat, bunga pinjaman yang ringan, dan pengembangan bidang infrastruktur yang terus berlanjut.

Tidak hanya itu, pemerintah juga memperpanjang stimulus ekonomi dari pemerintah terhadap sektor properti seperti DP 0% (down payment).

Diskon PPN 100% untuk sektor properti ini diberikan pemerintah untuk pembelian rumah tapak atau rusun baru yang sudah tersedia dan bukan inden dengan harga jual maksimal Rp 2 miliar. Serta diskon 50% untuk pembelian rumah tapak atau rusun baru dengan harga jual Rp 2 miliar - Rp 5 miliar.

Dalam riset terbarunya lembaga pemeringkat global Moody's menjelaskan, permintaan untuk properti residensial (tempat tinggal) Indonesia akan meningkat, yang pada gilirannya akan meningkatkan penjualan para pengembang di tahun 2021 dan metrik kredit utama lain--meskipun akan tetap lebih lemah dan berada di bawah level pra-pandemi.

"Laju pertumbuhan pinjaman perumahan telah meningkat sejak awal 2021, didorong oleh pemulihan permintaan untuk properti residensial dan peningkatan pinjaman oleh bank," kata Jacintha Poh, Wakil Presiden dan Senior Credit Officer Moody.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ada Insentif PPN Sewa Mal, Saham Properti Bergerak Liar


(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading