BUMN Gula Bikin Jokowi Jengkel, Erick Ungkap Ada 'Permainan'

Market - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
17 October 2021 07:40
Pengarahan Presiden Joko Widodo pada Peserta PPSA XXIII dan PPRA LXII Tahun 2021 LKNRI, 13 Oktober 2021. (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan kekesalannya terhadap persoalan tata kelola perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor pangan, khususnya gula. Hal itu lantaran BUMN tersebut tidak mengikuti arahan dari Jokowi sejak 7 tahun lalu.

"Untuk BUMN di sektor pangan, gula misalnya. 7 tahun lalu saya datang ke pabrik gula, lah mesinnya kaya gitu, gimana mau punya rendemen yang tinggi. Gak mungkin," katanya di depan bos-bos BUMN, dalam acara yang ditayangkan Youtube Sekretariat Presiden, dikutip Minggu (17/10/2021).

Rendemen adalah nilai yang dihasilkan satu komoditas setelah proses penggilingan atau yang hasil dari ekstraksi. Artinya Jokowi menilai nilai dari kualitas dan kuantitas gula di Indonesia masih rendah.


Mantan Gubernur DKI itu menyebut salah satu permasalahannya ada pada mesin yang sudah ketinggalan zaman. Bahkan sejak lama dia sudah meminta ada penggantian mesin yang lebih canggih supaya bisa mengejar hasil rendemen yang baik.

"Saya perintahkan ganti mesinnya, tapi netes satu pun ndak. Bisa ini saya kejar kalau caranya seperti itu diulang-ulang," katanya.

Menurut Jokowi ketahanan pangan ini sangat penting, melihat ada perubahan iklim yang terjadi. Bahkan dari beberapa kajian menurut dia akan terjadi krisis pangan, sehingga menjadi kesempatan Indonesia karena masih memiliki lahan yang luas.

Dia mengingatkan untuk perusahaan BUMN yang ingin cepat maju, harus cepat mencari partner dan berinvestasi yang besar, sehingga tidak hanya menghasilkan perusahaan BUMN dengan skala kecil.

"Buat yang gede sekalian dan berpartner," katanya.

NEXT: Apa Kata Erick Thohir?

Apa Kata Erick Thohir?
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading