Diam-diam, Capital Life Syariah Borong 5% Saham Bank Aladin!

Market - Feri Sandria, CNBC Indonesia
14 October 2021 12:18
Bank Aladin

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan yang tergabung dalam Capital Financial Group dan merupakan sister company dari PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA), PT Capital Life Syariah, baru saja membeli saham di PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK).

Data ini terungkap dalam daftar pemegang saham di atas 5% yang dipublikasikan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 13 Oktober 2021.

Pembelian saham Bank Aladin oleh Capital Life Syariah dilakukan melalui dua nama pemegang rekening efek yakni atas nama PT Pacific Sekuritas Indonesia sejumlah 611.534.600 saham dan atas nama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) sejumlah 89.850.000 saham.


Dengan pembelian tersebut secara total Capital Life Syariah kini menggenggam 701.384.600 saham Bank Aladin atau setara dengan 5,30% kepemilikan saham dari yang semula tidak ada sama sekali.

Perusahaan belum melaporkan transaksi pembelian saham senilai lebih dari 5% di laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Jika memakai asumsi harga saham BANK di Selasa (12/10) di Rp 2.600/saham, maka nilai pembelian itu bisa mencapai Rp 1,82 triliun.

Sebelumnya pada Selasa lalu saham Bank Aladin diketahui ditransaksikan di pasar negosiasi dengan nilai jumbo secara crossing (tutup sendiri) sebanyak 1,13 juta lot di harga Rp 2.600/unit oleh investor lokal yang menggunakan broker XA.

Selanjutnya investor asing yang menggunakan broker XA melakukan penjualan sebanyak 7,2 juta lot di harga Rp 2.610/unit dari investor lokal yang menggunakan broker AP.

Total transaksi di pasar nego di saham BANK mencapai Rp 2,19 triliun di mana investor asing melakukan jual bersih Rp 1,89 triliun.

Sebelumnya pada akhir September lalu (27/9), pemegang saham pengendali BANK dilaporkan mengubah namanya menjadi PT Aladin Global Ventures dari sebelumnya PT NTI Global Indonesia.

Dalam keterangan yang disampaikan Direktur Operasional Bank Aladin Syariah, Basuki Hidayat dan Direktur Bisnis Mohammad Riza, di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), perubahan nama pemegang saham pengendali ini tidak mengubah pemegang saham pengendali terakhir atau ultimate beneficial owner (UBO) Bank Aladin Syariah.

Berdasarkan peraturan OJK (POJK nomor 13) BANK termasuk kategori ke dalam KBMI I yang masih kurang dalam pemenuhan modal inti mencapai Rp 3 triliun. Sehingga BANK harus menambah modal agar sesuai dengan ketentuan dari regulator.

Sementara itu Bank Capital saat ini juga masih belum memenuhi persyaratan modal inti dan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 20 miliar saham dengan harga pelaksanaan yang belum ditetapkan.

Meskipun demikian manajemen BACA menegaskan tidak ada pembeli siaga (standby buyer) dalam pelaksanaan rights issue perseroan.

Pada penutupan perdagangan sesi I Senin (14/10) di pasar modal, saham Bank Aladin masih bergerak di zona merah turun 0,83% ke level Rp 2.400 per saham, mengikuti tren pelemahan empat hari perdagangan terakhir.

Dalam sepekan saham ini telah turun 13,98%, selama sebulan melemah 26,15%, kapitalisasi pasar Bank Aladin mencapai Rp 31,78 triliun.

Sementara itu hingga tengah perdagangan hari ini saham BACA tercatat naik 2,03% ke level Rp 302 per saham dengan kapitalisasi pasar Rp 2,14 triliun. Dalam sepekan saham ini turun 10,65%, selama sebulan melemah 30,41% dan sejak awal tahun telah terkoreksi 19,68%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(fsd/fsd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading