Jeng...jeng! Saham Consumer Goods Mulai Bangkit dari Kubur

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
14 October 2021 08:20
Saham Barang Konsumsi Foto: ist

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya menembus level psikologis 6.500, saham-saham sektor barang konsumsi berhasil ditutup melesat seiring masuknya investor asing pada perdagangan Rabu kemarin (13/10/2021)

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG melesat 0,78% ke posisi 6.536,904, dengan nilai transaksi mencapai Rp1 7,79 triliun dan volume perdagangan mencapai 28,83 miliar saham.

Indeks sektor industri menjadi indeks sektoral bursa yang paling melesat, yakni mencapai 2,26%. Di posisi kedua, ada indeks sektor barang konsumer non-siklis dan sektor finansial yang masing-masing terkerek naik 1,75% dan 0,75%.


Investor asing pasar saham masuk ke bursa RI dengan catatan beli bersih asing mencapai Rp 1,24 triliun di pasar reguler. Sementara, asing mencatatkan jual bersih di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 34,66 miliar.

Berikut kenaikan saham-saham barang konsumsi pada Rabu (13/10).

  1. Unilever Indonesia (UNVR), saham +6,49%, ke Rp 5.250/saham

  2. Mayora Indah (MYOR), +4,31%, ke Rp 2.420/saham

  3. Gudang Garam (GGRM), +3,76%, ke Rp 34.525/saham

  4. Hanjaya Mandala Sampoerna (HMSP), +3,11%, ke Rp 1.160/saham

  5. Nippon Indosari Corpindo (ROTI), +1,92%, ke Rp 1.330/saham

  6. Indofood Sukses Makmur (INDF), +1,50%, ke Rp 6.775/saham

  7. Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP), +0,85%, ke Rp 8.950/saham

  8. Ace Hardware Indonesia (ACES), +0,36%, ke Rp 1.410/saham

Menurut data di atas, saham emiten barang konsumer berkapitalisasi pasar besar alias big cap (Rp 200,29 triliun) UNVR memimpin kenaikan dengan ditutup melesat 6,49% ke Rp 5.250/saham. Dengan ini, saham UNVR sudah melesat selama 3 hari beruntun.

Pada pekan lalu, saham UNVR sempat mencatatkan reli kenaikan selama 4 hari beruntun, yakni pada 4-7 Oktober sebelum akhirnya terkoreksi 1,45% pada perdagangan Jumat (8/10).

Saham UNVR, bersama saham barang konsumer big cap lainnya sedang menemukan momentum kenaikan setidaknya sejak akhir September lalu.

Dengan ini, dalam sepekan saham UNVR melonjak 22,95%, sementara dalam sebulan melejit 29,95%. Adapun secara year to date (ytd) saham UNVR masih ambles 28,57%.

Pada Rabu, investor asing melakukan beli bersih Rp 17,09 miliar di pasar reguler dan jual bersih Rp 31,31 miliar di pasar negosiasi dan pasar tunai.

Di bawah saham UNVR, ada saham MYOR yang terkerek naik 4,31% ke Rp 2.420/saham. Asing mencatatkan beli bersih Rp 2,49 miliar di saham MYOR. Dalam sepekan saham ini menguat 3,86%, sementara dalam sebulan melesat 5,68%.

Di posisi ketiga dan keempat, ada dua saham raksasa rokok, GGRM dan HMSP yang masing-masing menguat 3,76% dan 3,11%. Sementara melakukan beli bersih Rp 11,13 miliar di saham GGRM, asing malah membukukan jual bersih Rp 4,42 miliar di saham HMSP.

Tidak ketinggalan, harga saham duo Indofood, INDF dan ICBP yang masing-masing bertambah 1,50% dan 0,85%. Investor asing juga memborong kedua saham tersebut dengan nilai beli bersih masing-masing sebesar Rp 4,63 miliar dan Rp 32,26 miliar.

Dari ranah makro ekonomi, sentimen positif yang turut mendorong saham-saham barang konsumen akhir-akhir ini adalah soal mulai membaiknya persepsi atau keyakinan konsumen dalam melihat ekonomi RI seiring adanya pelonggaran kebijakan mobilitas publik di tengah pagebluk Covid-19.

Menurut data Bank Indonesia (BI), Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) bulan September 2021 yang juga mengalami kenaikan. BI mencatat IKK September 2021 sebesar 95,5, meningkat dari 77,3 pada bulan sebelumnya.

"Ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi mendatang terpantau menguat dan berada pada area optimis (>100). Penguatan ekspektasi konsumen didukung oleh kenaikan pada seluruh aspek pembentuknya, yaitu ekspektasi penghasilan, ekspektasi ketersediaan lapangan kerja, dan ekspektasi kegiatan usaha," jelas BI, dikutip CNBC Indonesia, Jumat (8/10).

Kenaikan IKK juga terjadi sejalan dengan pelonggaran pembatasan aktivitas publik. Perbaikan sentimen konsumen juga menjadi katalis positif untuk IHSG.

Tidak ketinggalan pula, soal efek window dressing yang mulai terasa sejak awal Oktober.

Kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di bulan pertama kuartal terakhir sendiri sering diatribusikan kepada aksi beli para investor yang 'curi start' dalam mengoleksi saham-saham unggulan (blue chip) atau berkapitalisasi pasar besar (big cap) yang biasanya pada akhir tahun terkena efek window dressing.

Window dressing sendiri bisa dibilang sebagai suatu strategi memoles laporan keuangan bagi emiten maupun portofolio yang dimiliki oleh fund manager sehingga terlihat lebih cantik di mata investor.

Window dressing sendiri biasanya terjadi di penghujung tahun. Menurut data olahan Tim Riset CNBC Indonesia, sejak 2001 sampai 2020, IHSG selalu menguat selama Desember.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading