Amsyong! 5 Hari Merah, Saham BUKA Makin Jauh dari Harga IPO

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
13 October 2021 09:42
Bukalapak (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten e-commerce PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) kembali melemah dan menjadi top losers pada awal perdagangan hari ini, Rabu (13/10/2021), melanjutkan pelemahan dalam 4 hari terakhir. Pelemahan saham BUKA ini diwarnai aksi beli bersih oleh investor asing.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.24 WIB, saham BUKA merosot 4,08% ke Rp 710/saham dengan nilai transaksi Rp 116,32 miliar dan volume perdagangan 164,27 juta saham.

Dengan ini, saham BUKA sudah ambles selama 5 hari beruntun dan berada di bawah harga penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) pada 6 Agustus 2021, yang senilai Rp 850/saham. Kemarin, saham ini juga ditutup anjlok 6,37% dan menduduki daftar saham top losers.


Alhasil, dalam sepekan saham BUKA terjungkal 15,57%, sedangkan dalam sebulan ambles 18,39%. Sementara, sejak IPO saham BUKA sudah tergerus 16,47%.

Nilai kapitalisasi pasar saham BUKA tercatat sebesar Rp 73,17 triliun.

Mengenai kinerja keuangan, BUka mencatatkan pertumbuhan TPV perseroan yang didukung oleh kenaikan jumlah transaksi sebesar 15% dan kenaikan sebesar 34% pada Average Transaction Value (ATV) sepanjang semester I-2020 (1H20) sampai dengan semester I-2021.

Pada akhir Juni 2021, jumlah Mitra yang telah terdaftar mencapai 8,7 juta, naik dari 6,9 juta pada akhir Desember 2020. Pendapatan Bukalapak pada 2Q21 tumbuh sebesar 37% dari tahun sebelumnya, menjadi Rp 440 miliar, dan pendapatan semester I tumbuh 35% menjadi Rp 864 miliar.

Dibandingkan periode yang sama 2020, pendapatan Mitra Bukalapak pada 2Q21 tumbuh sebesar 292% menjadi Rp 145 miliar.

Sementara pendapatan pada semester I-2021 untuk Mitra Bukalapak naik sebesar 350% menjadi Rp 290 miliar. Kontribusi Mitra Bukalapak terhadap pendapatan perseroan meningkat dari 12% pada kuartal II-2020 menjadi 33% pada kuartal II-2021.

Rasio biaya operasional terhadap TPV berkurang dari 4,8% pada kuartal II-2020 menjadi 2,8% pada kuartal II-2021. Sejalan dengan hal ini, rasio biaya operasional semester I terhadap TPV tercatat 2,7%, turun dibanding 4,4% pada periode yang sama tahun lalu.

Bukalapak juga mampu menekan kerugian operasionalnya sebesar 24,9% menjadi Rp 776 miliar pada semester I-2021 dari Rp 1.03 triliun pada periode yang sama 2020. Pada semester I, perseroan berhasil mengurangi kerugian bersihnya sebesar 25,7% menjadi Rp 763 miliar dari Rp 1,03 triliun.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading