Net Buy-Sell

Asing Rebutan Saham BRI-BCA-BUKA, tapi Obral BABP-BMRI

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
24 September 2021 17:24
Gedung Bank BRI

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis pada perdagangan Jumat (24/9/2021) akhir pekan ini, setelah sempat bergerak ke zona merah.

Indeks saham acuan Tanah Air tersebut ditutup naik tipis 0,03% ke level 6.144,81. Sebelumnya IHSG dibuka menguat tipis 0,01% pada awal perdagangan sesi I hari ini. Namun selang sekitar satu jam, IHSG langsung melemah hingga perdagangan sesi kedua, meskipun pada akhirnya IHSG dapat menguat tipis-tipis saja.

Data perdagangan mencatat nilai transaksi hari ini kembali meningkat menjadi Rp 13,9 triliun. Investor asing kembali memborong beberapa saham hingga mencapai Rp 1,7 triliun di pasar reguler. Sebanyak 186 saham menguat, 332 saham melemah dan 149 lainnya stagnan.


Asing tercatat kembali memborong saham bank berkapitalisasi pasar terbesar (big cap) kedua di RI, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dalam jumlah yang cukup besar, yakni hingga mencapai Rp 1,3 triliun pada hari ini.

Selain memborong saham BBRI hingga lebih dari Rp 1 triliun, asing juga memborong secara besar-besaran saham big cap terjumbo di RI, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) hingga Rp 122 miliar dan saham startup e-commerce PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) hingga mencapai Rp 139 miliar.

Selain memborong banyak saham BBRI, BUKA, dan BBCA, asing juga mengoleksi beberapa saham lainnya, yakni saham emiten pertambangan batu bara PT Adaro Energy Tbk (ADRO), saham emiten produsen alat berat Group Astra PT United Tractors Tbk (UNTR), dan saham telekomunikasi big cap PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).

Berikut saham-saham yang dikoleksi oleh investor asing pada hari ini.

Net Buy Asing

Sementara itu dari penjualan bersih, asing tercatat masih melepas saham bank mini Group MNC yakni PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP).

Selain melepas saham BABP, asing juga tercatat melepas saham bank big cap PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), saham emiten pertambangan batu bara PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), dan saham telekomunikasi PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).

Adapun saham-saham yang dilepas oleh investor asing pada hari ini adalah:

Net Sell Asing

IHSG menguat tipis di tengah variatifnya bursa saham Asia pada hari ini. Namun secara mayoritas, bursa Asia cenderung melemah pada hari ini. Indeks Nikkei Jepang melesat 2,06 % setelah kembali buka pasca libur.

Namun indeks Asia lain yang sebelumnya sudah menguat kini bergerak di zona merah, seperti Hang Seng Hong Kong yang ambles 1,3%, Shanghai Composite China merosot 0,8%, Straits Times Singapura melemah 0,48%, dan KOSPI Korea Selatan terdepresiasi 0,07%.

Sebenarnya, bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street dini hari tadi ditutup dengan ceria. Semua indeks acuan berhasil finish di zona hijau dengan apresiasi lebih dari 1% masing-masing.

Melesatnya bursa saham AS tersebut salah satunya didorong oleh sentimen dari krisis keuangan Evergrande yang mulai memudar, meskipun pelaku pasar juga masih perlu memantau perkembangannya.

Sentimen membaik setelah pemerintah China serius menangani permasalahan keuangan Evergrande, di mana pemerintah China telah memberikan bantuan dana hingga ratusan triliun rupiah ke sistem keuangan China. Hal ini dilakukan untuk menekan kekhawatiran pelaku pasar terhadap krisis perusahaan properti terbesar kedua di China, Evergrande Group.

Pemerintah China melalui PBoC mengaku telah menyuntikkan dana sebesar 120 miliar yuan (US$ 18,6 miliar) atau Rp 264 trilun lebih ke sistem perbankan lewat reverse repurchase agreements. Secara net, suntikan yang diberikan PBoC mencapai 90 miliar yuan.

Namun, yang masih perlu diamati oleh pelaku pasar terkait Evergrande adalah pembayaran obligasi senilai US$ 83 juta yang akan jatuh tempo pada Kamis. Pemerintah China menegaskan Evergrande untuk menghindari gagal bayar (default) obligasi berbasis dolar AS.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading