Internasional

Ada Kabar Buruk Ekonomi Global, dari AS, China hingga RI

Market - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
13 October 2021 08:20
Logo IMF

Jakarta, CNBC Indonesia - Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan perekonomian global. Lembaga itu memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini menjadi 5,9% dari perhitungan sebelumnya 6,0% pada Juli.

IMF mengatakan ketidakpastian semakin besar meskipun angka infeksi Covid-19 sudah mulai menurun dan persentase vaksinasi sudah mulai tinggi. Varian Delta disebut telah menciptakan gangguan rantai pasokan yang terus menerus dan menekan harga.


"Penyebaran Delta yang cepat dan ancaman varian baru telah meningkatkan ketidakpastian tentang seberapa cepat pandemi dapat diatasi," kata lembaga itu, Rabu (13/10/2021).

"Pilihan kebijakan menjadi lebih sulit, menghadapi tantangan multidimensi dalam menghadapi pertumbuhan lapangan kerja yang lemah, kenaikan inflasi, kerawanan pangan, kemunduran akumulasi modal manusia, dan perubahan iklim dengan ruang terbatas untuk bermanuver."

Pertumbuhan ekonomi sejumlah negara juga direvisi. Pertumbuhan AS pada 2021 menjadi 6,0%, dari 7,0% pada Juli, merupakan level yang dianggap sebagai laju terkuat sejak 1984.

IMF juga memangkas pertumbuhan ekonomi China tahun 2021 sebesar 0,1 poin menjadi 8,0%, di tengah pengurangan pengeluaran investasi publik yang lebih cepat dari perkiraan. Adapun perkiraan pertumbuhan ekonomi India tidak berubah di level 9,5%, tetapi prospek di negara-negara Asia berkembang lainnya berkurang seiring memburuknya pandemi.

Lebih lanjut, IMF memangkas proyeksi ekonomi sebesar 1,4 poin untuk kelompok "ASEAN-5". Ini termasuk Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading